Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Dibuang, 7 Sampah Dapur Ini Bermanfaat untuk Tanaman

Kompas.com, 30 Juni 2025, 22:09 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tidak semua limbah dapur harus dibuang atau masuk ke komposter. Beberapa di antaranya justru bisa langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

Sisa dapur seperti kulit buah, ampas, dan potongan sayuran ternyata menyimpan banyak manfaat bagi pertumbuhan tanaman, selama kamu tahu cara menggunakannya dengan tepat.

Dilansir dari The Spruce, berikut ini beberapa jenis sampah dapur yang bermanfaat untuk tanaman menurut dua ahli pertanian dan kompos, Barbi Gardiner dan Lauren Click:

Baca juga: Jangan Buang 4 Hal Ini ke Tempat Sampah Kebun, Ini Alasannya

Kulit telur

Kulit telur kaya akan kalsium yang sangat dibutuhkan tanaman seperti tomat, cabai, dan labu untuk mencegah masalah seperti blossom end rot (busuk ujung buah).

Lauren mengatakan, agar lebih efektif, cuci bersih kulit telur, keringkan, lalu hancurkan halus sebelum ditabur di sekitar tanaman atau dicampur ke dalam tanah.

Kulit telur juga dikenal mampu mengusir hama seperti siput secara alami.

Baca juga: Kerap Dianggap Sampah, Ini Manfaat Ampas Kopi untuk Membersihkan Rumah

Ampas teh daun

Jangan langsung buang ampas teh yang sudah diseduh. Meski rasa tehnya sudah habis, tanah kebun justru sangat menyukainya.

Gardiner menyampaikan, ampas teh menyumbang bahan organik yang membantu memperbaiki struktur tanah dan melepaskan mineral mikro saat terurai.

Beberapa jenis herbal dalam teh bahkan mengandung sifat anti-jamur yang baik untuk mikrobioma tanah.

Baca juga: Dianggap Sampah, Ternyata Ini Manfaat Cangkang Telur untuk Kebun

Ampas kopi

Sisa bubuk kopi setelah diseduh sangat berguna untuk menambah unsur nitrogen dan bahan organik dalam tanah.

Gardiner menambahkan, ampas kopi juga meningkatkan tekstur tanah dan kemampuan menyimpan air.

Taburkan langsung di atas permukaan tanah atau campurkan sebagai mulsa ringan, tapi jangan berlebihan karena dapat membuat tanah terlalu asam.

Baca juga: Cara Membuat Kompos dari Sampah Dapur

Kulit pisang

Kulit pisang adalah sumber alami kalium dan fosfor, dua unsur penting untuk perkembangan akar, pembungaan, dan produksi buah.

Menurut Lauren, cincang kecil kulit pisang agar cepat terurai, lalu kubur beberapa sentimeter di dalam tanah agar tidak menarik perhatian tikus atau hewan lain.

Kulit bawang merah dan bawang putih

Kulit tipis bawang merah dan bawang putih yang biasanya dianggap sampah ternyata bisa menjadi pelindung alami bagi tanaman.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau