Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Menghilangkan Bau Kucing dari Rumah, Dijamin Enggak Muncul Lagi

Kompas.com, 14 Juli 2025, 18:05 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau kucing, entah itu yang berasal dari urine maupun kotoran, bisa sangat mengganggu dan menjadi "mimpi buruk" bagi setiap pemilik kucing. 

Bahkan bisa berubah menjadi hal memalukan ketika ada tamu yang berkunjung ke rumah. Meski kamu tidak menyadari bau kucing ini di rumah, para tamu akan mencium bau tidak sedap ini dan memberi kesan rumah tidak terawat.  

Baca juga: Tanda-tanda Kucing Mendekati Kematian, Amati Perilaku dan Gejalanya 

Mengapa bau kucing sulit dihilangkan?

Ilustrasi kucing kencing sembarangan di rumah, seperti kasur.Shutterstock/Creative Cat Studio Ilustrasi kucing kencing sembarangan di rumah, seperti kasur.
Urine kucing mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimiawi, yang menyebabkannya memiliki bau busuk yang kuat.

Jika kucing buang air kecil di rumah, terutama tanpa sepengetahuan kamu, baunya bisa tercium ke seluruh rumah.

Semakin lama didiamkan tanpa penanganan tepat, semakin buruk bau kucing. Satu-satunya pembersih yang dapat menghilangkan bau tersebut adalah pembersih yang dapat menetralkan sifat asam urine kucing.

Kotak pasir kucing dapat menumpuk bau yang bisa tercium dari jauh jika tidak dikosongkan secara teratur.

Bulu dan muntahan kucing juga dapat berkontribusi pada bau busuk. Pembersihan yang konsisten dapat membantu mencegah. 

Baca juga: 7 Cara Kucing Menunjukkan Kasih Sayang pada Pemiliknya

Cara menghilangkan bau kucing dari rumah 

Bau kucing di rumah tak hanya berasal dari urine dan kotoran, tapi juga kotak pasir, tempat tidur kucing, hingga tubuh kucing. 

Nah, dilansir dari The Spruce, Senin (14/7/2025), berikut beberapa cara menghilangkan bau kucing dari rumah.

  • Bersihkan kotak kotoran secara teratur

Kotak kotoran adalah tempat kucing buang air kecil paling sering, jadi tidak mengherankan jika ini adalah tempat pertama kali kamu akan mulai mencium bau kucing.

Ganti semua pasirnya setiap minggu dan bersihkan kotak kotorannya dengan baik saat  melakukannya untuk mencegah bau yang tertinggal di rumah. 

  • Cuci tempat tidur kucing 

Tempat-tempat kucing menghabiskan sebagian besar waktunya akan paling cepat menumpuk bau. Cuci tempat tidur hewan peliharaan secara teratur sesuai dengan petunjuk pada label.

Furnitur dan kain pelapis juga harus sering dibersihkan karena bau cenderung meresap ke dalam kain. Gunakan pembersih jok atau ikuti petunjuk label untuk membersihkan kain tanpa merusaknya. 

Baca juga: 7 Aroma yang Dapat Mencegah Kucing Kencing Sembarangan di Rumah

  • Merawat kucing 

Selanjutnya, cara menghilangkan bau kucing dari rumah adalah merawat kucing. 

Jaga hewan kesayangan tetap rapi dan bersih untuk mencegah bau kucing di rumah. Kucing memang bisa merawat dirinya sendiri, tetapi sedikit bantuan kamu akan sangat membantu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau