Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Alat Pembersih yang Sebaiknya Dihindari, Bisa Merusak

Kompas.com, 14 Juli 2025, 09:40 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Membersihkan rumah memang tampak sederhana, tapi menggunakan alat pembersih yang salah justru bisa merusak permukaan, menyebarkan bakteri, atau membuat pekerjaan jadi sia-sia.

Tidak heran, para profesional kebersihan menyarankan beberapa alat yang sebaiknya tidak digunakan karena dinilai tidak efektif atau bahkan kontraproduktif.

Dilansir dari Southern Living, berikut beberapa alat pembersih yang sebaiknya kamu hindari di rumah.

Baca juga: Jangan Gunakan Alat Ini untuk Membersihkan Dapur, Bikin Semakin Kotor

Spons abrasif

Spons ini kerap digunakan untuk menggosok noda membandel. Namun, teksturnya yang kasar bisa menyebabkan goresan pada permukaan seperti granit, stainless steel, atau keramik.

Padahal, dengan produk pembersih yang tepat, banyak noda bisa dihilangkan tanpa perlu menggosok keras.

Profesional menyarankan untuk membiarkan pembersih bekerja beberapa menit sebelum dibersihkan, sehingga hasilnya lebih maksimal tanpa merusak permukaan.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Toilet Mampet Tanpa Alat Penyedot

Kemoceng tradisional

Meski terlihat praktis, kemoceng hanya memindahkan debu dari satu tempat ke tempat lain, bukan menghilangkannya.

Debu yang beterbangan akan kembali menempel, membuat ruangan tetap kotor.

Sebagai gantinya, gunakan kain mikrofiber yang dapat menangkap dan mengunci debu, sehingga udara dan permukaan rumah tetap bersih lebih lama.

Baca juga: 7 Alat Kebersihan yang Harus Sering Diganti

Sikat berbulu kaku

Sikat ini cocok untuk area luar seperti teras atau garasi, tapi terlalu agresif untuk digunakan di dalam rumah.

Penggunaannya di permukaan seperti lantai atau ubin justru bisa meninggalkan goresan.

Profesional lebih memilih sikat berbulu halus atau alat pembersih elektrik dengan tekanan yang dapat diatur.

Baca juga: Kerap Diabaikan, 5 Alat Pembersih Rumah Ini Perlu Dibersihkan Rutin

Produk pembersih tanpa bilas

Beberapa produk mengeklaim dapat membersihkan tanpa perlu dibilas. Namun, menurut para ahli, produk seperti ini sering meninggalkan residu kimia yang tidak terlihat.

Sisa bahan kimia ini bisa membuat permukaan lengket dan justru menarik kotoran baru.

Untuk hasil yang lebih bersih, pilih produk pembersih yang memang dirancang untuk dibersihkan ulang dengan air.

Baca juga: 6 Penyebab Alat Penyedot Debu Bau, Apa Saja?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau