Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Bahan untuk Menghilangkan Noda Membandel di Kloset

Kompas.com, 13 Agustus 2025, 10:35 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Membersihkan kloset secara rutin sangat penting guna mencegah noda membandel yang sulit dibersihkan.

"Bersihkan kloset saat terlihat kotor dan berbau tidak sedap," kata Cian Ballentine, pendiri Cannonball Cleaners, layanan kebersihan di New York, AS, dikutip dari Real Simple.

Jika kloset terlanjur memiliki noda membandel, kabar baiknya, kamu tetap bisa membersihkannya hingga kinclong dengan beberapa bahan sederhana.

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Air Sadah dari Mangkuk Kloset, Cepat Kinclong

Bahan untuk membersihkan noda membandel di kloset 

Dirangkum dari The Spruce, berikut adalah beberapa bahan yang ampuh menghilangkan noda membandel di kloset.

Soda kue dan cuka

Ilustrasi cuka, cuka putih. FREEPIK Ilustrasi cuka, cuka putih.

Kerak pada kloset biasanya muncul akibat air sadah yang mengandung kadar kalsium dan magnesium tinggi. Endapan ini menempel kuat pada permukaan porselen, sehingga sulit dibersihkan hanya dengan sikat. 

Kombinasi soda kue (bersifat abrasif ringan) dan cuka (bersifat asam) menghasilkan reaksi kimia yang mengeluarkan gelembung karbon dioksida, sehingga dapat membantu melonggarkan kerak dan mengangkat kotoran.

Baca juga: 5 Penyebab Jamur Tumbuh di Mangkuk Kloset yang Jarang Disadari

Cara penggunaan:

  • Pastikan permukaan mangkuk kloset kering atau hanya sedikit basah.
  • Taburkan soda kue secara merata ke seluruh bagian dalam mangkuk.
  • Tuang 250 ml cuka secara perlahan. Kamu akan melihat reaksi mendesis, yang merupakan proses pelarutan kerak yang sedang berlangsung.
  • Diamkan selama 10–15 menit agar reaksi bekerja maksimal.
  • Gunakan sikat kloset untuk menggosok area yang terkena kerak, terutama di bawah bibir kloset tempat endapan sering menumpuk.
  • Siram hingga bersih.

Untuk kerak tebal, ulangi proses ini 2–3 kali atau diamkan semalaman sebelum disikat.

Baca juga: Cara Mencegah Ular Masuk Lubang Kloset

Hidrogen peroksida 

Ilustrasi hidrogen peroksida.Shutterstock/sulit.photos Ilustrasi hidrogen peroksida.

Noda karat di kloset biasanya berwarna cokelat kemerahan dan sering muncul akibat komponen logam dalam pipa atau tangki toilet yang berkarat. 

Untuk membersihkannya, gunakan hidrogen peroksida, oksidator kuat yang mampu memecah senyawa besi penyebab karat menjadi partikel yang mudah dibilas, tanpa merusak lapisan porselen.

Cara penggunaan:

  • Pastikan mangkuk kloset dalam keadaan kosong dari air berlebih untuk memaksimalkan kontak dengan noda.
  • Tuang 120 ml hidrogen peroksida (3%) langsung ke area noda.
  • Diamkan selama 20–30 menit agar oksidasi berlangsung optimal.
  • Gosok menggunakan sikat dengan tekanan sedang, fokus pada area bercak karat.
  • Siram hingga bersih dan keringkan bagian yang sulit dijangkau.

Baca juga: Benda di Rumah yang Lebih Kotor Daripada Dudukan Kloset Menurut Riset

Air lemon 

Ilustrasi lemonShutterstock/Joshua Resnick Ilustrasi lemon

Lemon memiliki tingkat keasaman alami yang cukup tinggi, sehingga efektif melarutkan senyawa tembaga yang menempel pada permukaan kloset. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau