Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Noda Karat dari Kloset, Bak Mandi, dan Wastafel

Kompas.com, 15 Agustus 2025, 08:57 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Noda karat menjadi salah satu noda yang kerap muncul di kamar mandi, seperti di kloset, bak mandi atau bathtub, hingga wastafel. 

Noda karat ini biasanya berwarna oranye atau kecoklatan yang bisa membuat tampilan kloset, bak mandi, wastafel terlihat buruk serta memberi kesan tidak terawat. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Karat pada Kompor dengan Bahan Sederhana

Mencegah noda karat di kamar mandi membutuhkan pembersihan rutin dengan produk yang tepat, seperti pembersih berbahan dasar asam.

Pembersih kamar mandi serbaguna biasanya tidak akan menghilangkan noda karat secara efektif dan pemutih klorin dapat menyebabkan noda karat menjadi permanen. 

Nah, dilansir dari The Spruce, Jumat (15/8/2025), berikut cara menghilangkan noda karat dari kloset, bak mandi, dan wastafel. 

Manfaatkan kekuatan asam sitrat

Ilustrasi kloset duduk.UNSPLASH/GIORGIO TROVATO Ilustrasi kloset duduk.
Asam sitrat bisa berasal dari lemon, jeruk nipis, jeruk bali, sari lemon, bahkan asam sitrat bubuk yang tersedia di toko swalayan dan apotek.

Jika menggunakan buah jeruk segar untuk menggosok, celupkan ujung potongannya ke dalam garam atau baking soda untuk memberikan efek abrasif yang lembut guna menggosok area yang terkena noda karat.

Untuk area yang sangat bernoda, campurkan pasta sari lemon dan baking soda, lalu oleskan ke area yang berkarat. Tutup pasta dengan plastik pembungkus agar tetap lembap dan diamkan selama satu jam untuk membantu melarutkan partikel karat.

Jika menggunakan bubuk asam sitrat, buat pasta dengan beberapa tetes air dan oleskan langsung ke area yang terkena noda karat. Gunakan sikat gosok atau sikat gigi bekas dan sedikit tenaga untuk menggosok noda.

Saat membersihkan noda karat di mangkuk kloset, siram toilet, lalu segera matikan air agar mangkuk tidak terisi ulang. Ini akan memudahkan pembersihan area yang berkarat dan mencegah pembersih mengencerkan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Karat dari Kamar Mandi

Gunakan cuka putih suling

Selanjutnya, cara menghilangkan noda karat dari kloset, bak mandi, dan wastafel adalah menggunakan cuka putih suling. 

Asam asetat dalam cuka putih suling efektif menghilangkan noda karat. Sama dengan asam sitrat, cuka ini dapat digunakan setiap minggu untuk membantu mencegah noda karat permanen.

Meski cuka putih suling food grade dapat digunakan, membersihkan dengan cuka dengan tingkat keasaman lebih tinggi lebih baik untuk noda karat yang membandel.

Untuk membersihkan wastafel, bak mandi, dan dinding kamar mandi setiap minggu, semprotkan cuka pada noda karat. Gunakan sikat gosok untuk membersihkan area tersebut, lalu bilas hingga bersih.

Untuk membersihkan mangkuk kloset yang berkarat setiap minggu, tambahkan 236 sampai 473 mililiter cuka ke dalam mangkuk kloset, lalu gosok dengan sikat kloset. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau