Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sering Biarkan TV Menyala saat Tidur? Ini Dampak Negatifnya

Kompas.com, 20 Agustus 2025, 17:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Banyak dari kita yang terbiasa menonton TV sebelum tidur, bahkan tertidur dengan televisi yang masih menyala. Kebiasaan ini mungkin terasa menenangkan, tetapi tidak sepenuhnya aman. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan TV menyala bisa berdampak negatif pada kualitas tidur dan kesehatan tubuh. Selain itu, tentu saja, berisiko bagi konsumsi listrik rumah.

Dampak tidur dengan TV menyala bagi tagihan listrik 

Ilustrasi TV di kamar tidur.Shutterstock/stock_SK Ilustrasi TV di kamar tidur.

Selain bagi kesehatan, TV yang terus menyala juga berpengaruh pada konsumsi listrik di rumah. Berikut adalah beberapa dampaknya:

Tagihan listrik membengkak 

Dilansir dari TV Installers, menyalakan TV sepanjang malam tentu membuat konsumsi listrik meningkat. Dalam mode aktif, televisi terus menarik daya, bahkan jika kamu tidak benar-benar menontonnya. 

Baca juga: 5 Alasan Feng Shui Melarang Menempatkan TV di Kamar Tidur

Kebiasaan ini bisa menambah biaya listrik tahunan hingga ratusan ribu rupiah tanpa disadari.

Risiko kebakaran 

Membiarkan TV menyala berjam-jam tanpa pengawasan juga berisiko menimbulkan masalah keamanan. 

Komponen elektronik yang bekerja terus-menerus dapat memicu panas berlebih. Dalam kasus tertentu, hal ini bisa memicu korsleting dan meningkatkan risiko kebakaran rumah.

Baca juga: Cara Membersihkan Layar TV Datar, Hasil Mulus Tanpa Goresan

Berdampak pada lingkungan 

Selain memengaruhi konsumsi listrik di rumah, kebiasaan menyalakan TV saat tidur turut berkontribusi pada emisi karbon. 

Semakin lama perangkat elektronik menyala, semakin banyak energi listrik yang digunakan dan semakin besar pula jejak karbon yang dihasilkan.

TV cepat rusak 

Televisi yang sering digunakan tanpa jeda cenderung lebih cepat mengalami kerusakan. Komponen internalnya dipaksa bekerja lebih lama dari seharusnya, sehingga umur perangkat menjadi lebih pendek.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini Sebelum Memasang TV Baru di Rumah

Apakah ada manfaat tidur dengan TV menyala?

Ilustrasi TV di kamar tidur. SHUTTERSTOCK/XUJUN Ilustrasi TV di kamar tidur.

Meski berisiko, sebagian orang merasa lebih cepat tertidur dengan TV menyala. Beberapa manfaat yang mungkin dirasakan di antaranya adalah:

  • Suara TV bisa berfungsi sebagai white noise yang membantu menenangkan pikiran.
  • Tayangan yang familiar dapat memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga kecemasan berkurang.
  • Menonton TV (bukan gawai) cenderung menghasilkan paparan cahaya biru yang lebih sedikit dibandingkan layar ponsel yang dekat dengan wajah.

Baca juga: 5 Cara Menyembunyikan Kabel TV agar Ruangan Lebih Rapi

Meski demikian, manfaat tersebut sebenarnya bisa digantikan dengan cara-cara lain yang lebih sehat.

Tips tidur lebih cepat tanpa TV 

Ilustrasi tidur nyenyak.FREEPIK/SENIVPETRO Ilustrasi tidur nyenyak.

Jika kamu terbiasa tidur dengan suara TV, ada beberapa pilihan lain yang bisa dicoba agar tidur tetap nyenyak tanpa paparan cahaya biru berlebihan:

  • Mendengarkan musik lembut atau klasik dengan volume rendah.
  • Mendengarkan suara alam, seperti hujan, ombak, atau angin.
  • Mencoba pink noise atau brown noise yang dipercaya lebih menenangkan dibanding white noise.
  • Membaca buku atau melakukan relaksasi otot sebelum tidur.

Baca juga: Panduan Memilih Ukuran Layar TV yang Cocok dengan Luas Ruangan

Untuk tidur yang lebih berkualitas, biasakan untuk mematikan perangkat elektronik, menggunakan pencahayaan redup, dan melakukan rutinitas yang menenangkan sebelum tidur. 

Jika masalah sulit tidur berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau