Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Gunakan Cangkang Telur di 5 Area Kebun Ini, Bahaya!

Kompas.com, 4 September 2025, 09:35 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Cangkang telur diketahui memiliki manfaat bagi kebun dan tanaman, di antaranya memberikan sumber kalsium alami, menyuburkan tanaman, hingga mencegah hama muncul di kebun, seperti siput. 

Namun, manfaat cangkang telur ini tidak universal. Nyatanya, menggunakan cangkang telur di bagian-bagian tertentu di kebun dapat merugikan beberapa tanaman serta mendorong tikus.

Para ahli berkebun membagikan sejumlah area di kebun yang harus dihindari dari cangkang telur dan apa yang sebaiknya digunakan sebagai gantinya dikutip dari Ideal Home, Kamis (4/9/2025). 

Baca juga: Manfaat Mengejutkan Cangkang Telur untuk Tanaman Tomat 

Tanaman yang menyukai asam

Ilustrasi cangkang telur untuk menyuburkan tanaman dan kebun.SHUTTERSTOCK/THAMKC Ilustrasi cangkang telur untuk menyuburkan tanaman dan kebun.
Salah satu tempat terpenting di kebun yang dilarang menggunakan cangkang telur adalah di sekitar tanaman yang menyukai kondisi tanah asam, seperti blueberry, azalea, rhododendron, atau camelia. 

"Cangkang telur bersifat basa dan dapat mengurangi keasaman tanah, yang tidak disukai tanaman ini," kata Julian Palphramand, Kepala Divisi Tanaman di British Garden Centres.

Penggunaan cangkang telur di sekitarnya dapat menyebabkan daun menguning dan pertumbuhan yang buruk karena tanaman tidak akan bisa mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari tanah. 

Jika tidak yakin dengan pH tanah, kamu dapat dengan mudah mengujinya menggunakan pengukur pH digital. 

Cangkang telur adalah cara populer untuk mengusir siput di kebun, tetapi untuk tanaman yang menyukai asam, disarankan mencari solusi alternatif. 

Baca juga: Dianggap Sampah, Ternyata Ini Manfaat Cangkang Telur untuk Kebun 

Tanaman tomat

Selanjutnya, area di kebun yang harus dihindari dari cangkang telur adalah tanaman tomat. Baik menanam tomat ceri di rumah kaca maupun dalam kantong tanam, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan busuk ujung bunga.

Ada kepercayaan populer bahwa menambahkan cangkang telur ke tanah akan mencegah busuk ujung bunga pada tomat. Namun, dalam kebanyakan kasus, hal ini tidak berhasil.

"Cangkang telur memang akan menambah kalsium ke tanah, tetapi busuk ujung bunga sebenarnya bukan disebabkan kekurangan kalsium di dalam tanah, melainkan karena tanaman tidak menyalurkan kalsium ke buah yang sedang berkembang," ujar Richard Barker, pakar hortikultura dan Direktur Komersial LBS Horticulture.

Busuk ujung bunga masih dapat terjadi di tanah yang kaya kalsium dan dalam kebanyakan kasus disebabkan penyiraman tidak teratur. 

Sebaliknya, prioritaskan penyiraman merata untuk mencegah busuk ujung bunga pada tomat. 

Baca juga: Cara Membuat Pupuk untuk Tanaman Tomat, Bisa Pakai Cangkang Telur 

Bibit tanaman yang tumbuh cepat

Cangkang telur bisa menjadi pot bibit DIY yang sempurna, ideal untuk menanam selada air, bahkan tomat. Namun, ini bukan solusi yang cocok untuk semua jenis tanaman.

Hindari menabur benih sayuran yang tumbuh cepat atau berakar dalam, seperti selada, lobak, wortel, atau bit, di dalam cangkang telur.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau