Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanaman Hias yang Sulit Mati meski Lupa Merawatnya

Kompas.com, 27 September 2025, 12:33 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Sebuah penelitian yang dilakukan Harveys Furniture mengungkapkan lebih dari 60 persen orang di Inggris yang membeli tanaman hias setiap tahun secara tidak sengaja membunuhnya dan mereka tidak tahu cara merawatnya.

Survei ini menunjukkan lebih dari sepertiga (36 persen) pemilik tanaman membunuh tanaman mereka dalam waktu tiga bulan setelah membelinya dan hanya 2,3 persen yang berhasil menjaga tanaman mereka tetap hidup selama lebih dari setahun. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Harus Dihindari Penderita Alergi

Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan niat mereka untuk terus merawat atau memiliki tanaman hias. Hal ini terbukti bahwa lebih dari 50 persen orang bergegas membeli tanaman baru segera setelah salah satunya mati. 

Ada banyak penyebab tanaman hias mati, dari perawatan yang salah hingga tanaman hias itu sendiri. Beberapa tanaman hias rentan mati atau memiliki umur pendek, terlebih bila diabaikan dalam perawatan meski hanya sehari saja. 

Sebagai solusi, terlebih bila kamu sibuk bekerja atau tidak memiliki banyak waktu merawat, sebaiknya memilih tanaman hias yang memiliki umur panjang atau sulit mati meski mengabaikan perawatannya. 

Nah, dilansir dari Ideal Home, Sabtu (27/9/2025), berikut beberapa tanaman hias yang sulit mati meski lupa merawatnya.

Lidah buaya 

Ilustrasi herbal lidah buaya.Shutterstock/Nevada31 Ilustrasi herbal lidah buaya.
Tanaman lidah buaya memiliki tampilan yang memanjang berwarna hijau dengan ujung runcing dan sisi daun berduri. 

Lidah buaya, tepatnya gelnya, banyak dimanfaatkan untuk penyembuhan dan perawatan, seperit mengatasi luka bakar, perawatan kulit, hingga melancarkan pencernaan. 

Tanaman lidah buaya juga tahan terhadap kekeringan alias penyiraman yang jarak sehingga  cocok untuk mereka yang tidak punya banyak waktu dalam merawatnya. 

Bahkan tanaman lidah buaya tetap dapat hidup meski tidak menyiramnya selama beberapa hari. Siram dengan banyak air seminggu sekali, lalu biarkan mengering selama musim tanam utama, apalagi selama bulan-bulan musim dingin. 

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Paling Cocok Ditanam Bersama Lidah Mertua

Lidah mertua 

Ilustrasi tanaman hias lidah mertua.SHUTTERSTOCK/GRUMPY COW STUDIOS Ilustrasi tanaman hias lidah mertua.
Selanjutnya, tanaman hias yang sulit mati meski lupa merawatnya adalah lidah mertua. Tanaman hias dengan daun tegak dan ujung runcing seperti pedang ini dikenal tangguh dan akan tetap bertahan meski tidak memperhatikannya.

Bahkan, tanaman lidah mertua tumbuh subur dalam kondisi yang mungkin dianggap tidak bersahabat, seperti lingkungan yang lebih gelap dan lebih kering.

Bahaya terbesar tanaman lidah mertua adalah penyiraman berlebihan, jadi tidak masalah bila kamu lupa menyiramnya. 

Siram tanaman lidah mertua secukupnya dan jangan letakkan di tempat cerah dengan kondisi udara kering. 

Tanaman besi cor (Aspidistra elatior)

Letakan tanaman besi cor di tempat tepat jika ingin tanaman tumbuh subur tanpa perlu perawatan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau