Penulis
KOMPAS.com - Mencuci pakaian dan handuk mungkin terlihat sebagai kegiatan rumah tangga yang sederhana, namun kenyataannya ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya tetap optimal.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah handuk bisa dicuci bersamaan dengan pakaian atau sebaiknya dipisah.
Meskipun mencampur semuanya dalam satu siklus pencucian tampak praktis, perbedaan bahan, tekstur, dan cara perawatan dapat memengaruhi kebersihan serta daya tahan pakaian maupun handuk.
Ilustrasi handuk mandiSecara teknis, handuk bisa dicuci bersama pakaian. Namun, menurut pakar perawatan kain, ada beberapa alasan kuat mengapa handuk sebaiknya dicuci terpisah, yakni:
Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian?
Handuk memiliki serat yang lebih tebal dan kasar dibandingkan pakaian, yang umumnya lebih lembut. Jika dicuci bersamaan, gesekan antara handuk dan pakaian bisa membuat serat pakaian cepat aus, warnanya memudar, dan kualitas kain menurun.
Handuk sering melepaskan serabut kecil yang bisa menempel pada pakaian berbahan sintetis atau gelap. Hal ini tidak hanya mengurangi tampilan pakaian, tetapi juga membuatnya terasa kasar saat dikenakan.
Saat basah, handuk jauh lebih berat daripada pakaian biasa. Perbedaan berat ini bisa membuat mesin cuci tidak seimbang, yang akhirnya memengaruhi kualitas pencucian. Mesin yang tidak seimbang juga lebih cepat aus dan berisiko cepat rusak.
Baca juga: 6 Kesalahan Mencuci yang Membuat Pakaian Makin Kusut
Handuk menyerap lebih banyak air, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dibandingkan pakaian. Jika dikeringkan bersamaan, pakaian bisa cepat kering sementara handuk masih lembap. Hal ini berisiko menimbulkan bau apak atau lembab pada handuk.
Ilustrasi mencuci pakaian.Meskipun handuk sebaiknya dicuci terpisah, ada kondisi tertentu di mana handuk dapat dicuci bersamaan dengan pakaian.
Handuk hanya boleh dicuci bersama pakaian berbahan katun yang tebal dan berwarna serupa. Hindari mencampurnya dengan pakaian halus seperti renda, wol, atau pakaian dengan hiasan khusus yang mudah rusak.
Gunakan siklus pencucian yang lembut atau minim gesekan untuk menghindari kerusakan pada pakaian.
Baca juga: Seberapa Sering Harus Mencuci Seprai? Ini Aturannya
Kemudian, jangan mengisi mesin cuci terlalu penuh agar cucian bisa bergerak dengan bebas dan air deterjen dapat bekerja optimal. Beban berlebih dapat membuat mesin cuci bekerja lebih keras dan mengurangi efektivitas pencucian.
Ilustrasi mencuci handuk dengan mesin cuci.Selain memisahkan cucian dan memilih deterjen yang tepat, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa membuat handuk dan pakaian lebih awet, yakni:
Menerapkan kebiasaan ini secara konsisten membantu menjaga pakaian tetap awet, handuk tetap lembut dan menyerap dengan baik, serta tetap memaksimalkan kinerja mesin cuci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang