Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Handuk dan Pakaian Tidak Boleh Dicuci Bersamaan?

Kompas.com, 2 Oktober 2025, 22:49 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Mencuci pakaian dan handuk mungkin terlihat sebagai kegiatan rumah tangga yang sederhana, namun kenyataannya ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya tetap optimal. 

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah handuk bisa dicuci bersamaan dengan pakaian atau sebaiknya dipisah.

Meskipun mencampur semuanya dalam satu siklus pencucian tampak praktis, perbedaan bahan, tekstur, dan cara perawatan dapat memengaruhi kebersihan serta daya tahan pakaian maupun handuk. 

Handuk sebaiknya dicuci terpisah 

Ilustrasi handuk mandi Ilustrasi handuk mandi

Secara teknis, handuk bisa dicuci bersama pakaian. Namun, menurut pakar perawatan kain, ada beberapa alasan kuat mengapa handuk sebaiknya dicuci terpisah, yakni:

Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian?

Perbedaan tekstur kain

Handuk memiliki serat yang lebih tebal dan kasar dibandingkan pakaian, yang umumnya lebih lembut. Jika dicuci bersamaan, gesekan antara handuk dan pakaian bisa membuat serat pakaian cepat aus, warnanya memudar, dan kualitas kain menurun.

Serat handuk bisa menempel

Handuk sering melepaskan serabut kecil yang bisa menempel pada pakaian berbahan sintetis atau gelap. Hal ini tidak hanya mengurangi tampilan pakaian, tetapi juga membuatnya terasa kasar saat dikenakan.

Perbedaan berat saat dicuci

Saat basah, handuk jauh lebih berat daripada pakaian biasa. Perbedaan berat ini bisa membuat mesin cuci tidak seimbang, yang akhirnya memengaruhi kualitas pencucian. Mesin yang tidak seimbang juga lebih cepat aus dan berisiko cepat rusak.

Baca juga: 6 Kesalahan Mencuci yang Membuat Pakaian Makin Kusut

Waktu pengeringan berbeda

Handuk menyerap lebih banyak air, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dibandingkan pakaian. Jika dikeringkan bersamaan, pakaian bisa cepat kering sementara handuk masih lembap. Hal ini berisiko menimbulkan bau apak atau lembab pada handuk.

Kapan handuk bisa dicuci bersama pakaian?

Ilustrasi mencuci pakaian.SHUTTERSTOCK/ROZHNOVSKAYA TANYA Ilustrasi mencuci pakaian.

Meskipun handuk sebaiknya dicuci terpisah, ada kondisi tertentu di mana handuk dapat dicuci bersamaan dengan pakaian. 

Handuk hanya boleh dicuci bersama pakaian berbahan katun yang tebal dan berwarna serupa. Hindari mencampurnya dengan pakaian halus seperti renda, wol, atau pakaian dengan hiasan khusus yang mudah rusak.

Gunakan siklus pencucian yang lembut atau minim gesekan untuk menghindari kerusakan pada pakaian. 

Baca juga: Seberapa Sering Harus Mencuci Seprai? Ini Aturannya

Kemudian, jangan mengisi mesin cuci terlalu penuh agar cucian bisa bergerak dengan bebas dan air deterjen dapat bekerja optimal. Beban berlebih dapat membuat mesin cuci bekerja lebih keras dan mengurangi efektivitas pencucian.

Tips tambahan menjaga kualitas handuk dan pakaian 

Ilustrasi mencuci handuk dengan mesin cuci.SHUTTERSTOCK/BRIZMAKER Ilustrasi mencuci handuk dengan mesin cuci.

Selain memisahkan cucian dan memilih deterjen yang tepat, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa membuat handuk dan pakaian lebih awet, yakni:

  • Jangan mencuci handuk yang terlalu kotor bersama pakaian sehari-hari. 
  • Jemur handuk dan pakaian di tempat yang mendapat sinar matahari cukup agar kuman mati dan kain tetap wangi. 
  • Hindari menumpuk pakaian dan handuk basah terlalu lama sebelum dicuci karena ini dapat menyebabkan bau apak dan pertumbuhan bakteri.

Menerapkan kebiasaan ini secara konsisten membantu menjaga pakaian tetap awet, handuk tetap lembut dan menyerap dengan baik, serta tetap memaksimalkan kinerja mesin cuci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau