Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dosen IPB Ingatkan Bahaya Menggunakan Talenan Kayu yang Menghitam

Kompas.com, 6 Oktober 2025, 09:45 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Talenan kayu yang berubah warna menjadi hitam kerap menimbulkan rasa khawatir, terutama bagi ibu-ibu yang menggunakannya untuk keperluan sehari-hari di dapur. 

Pertanyaannya, apakah talenan kayu yang menghitam masih aman digunakan untuk mengolah makanan?

Bahaya talenan kayu yang menghitam

Ilustrasi talenan kayu.Dok. Freepik Ilustrasi talenan kayu.

Menurut penjelasan Harum Fadhilatunnur, STP, MSc, Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), perubahan warna hitam pada talenan, baik kayu maupun plastik, biasanya terjadi karena adanya pertumbuhan mikroba. 

Mikroba tersebut dapat berupa kapang atau bakteri yang berkembang biak dari sisa makanan yang menempel di permukaan talenan.

Baca juga: Amankah Memotong Daging Mentah di Talenan Kayu?

"Talenan kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap air dan sisa makanan, menciptakan lingkungan lembap yang ideal bagi pertumbuhan mikroba,” ujar Harum, dikutip dari laman IPB University.

Hal serupa juga berlaku pada talenan plastik. Goresan-goresan akibat penggunaan pisau bisa menjadi tempat terperangkapnya sisa makanan, sehingga memicu pertumbuhan mikroba. 

Beberapa jenis kapang bahkan menghasilkan pigmen atau spora berwarna hitam, sehingga talenan terlihat menghitam.

Lebih jauh, mikroba yang tumbuh di talenan bisa berupa mikroba pembusuk maupun patogen. Jenis mikroba ini sulit diidentifikasi tanpa uji laboratorium, namun keberadaannya tetap berisiko. 

Baca juga: Talenan Kayu vs Talenan Plastik, Mana yang Lebih Aman Digunakan?

"Jika mikroba patogen, misalnya Salmonella, E. coli, atau Listeria monocytogenes, tumbuh di talenan dan mencemari makanan, maka berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari yang sifatnya jangka pendek seperti diare maupun jangka panjang akibat akumulasi mikotoksin,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Harum menyarankan agar talenan selalu dibersihkan dengan benar. Setelah digunakan, segera cuci dengan air sabun dan air panas, lalu keringkan. 

Sanitasi dengan cairan disinfektan seperti klorin juga dapat dilakukan secara berkala untuk membunuh mikroba yang mungkin tertinggal.

Selain itu, pemisahan penggunaan talenan juga penting. Sediakan talenan khusus untuk bahan mentah, seperti daging dan ikan, serta talenan terpisah untuk bahan matang atau siap saji, seperti buah dan sayur.

Baca juga: 5 Kesalahan Menggunakan Talenan Kayu yang Bikin Cepat Rusak

Cara tersebut dapat membantu mencegah kontaminasi silang yang berbahaya bagi kesehatan. Untuk memudahkan, gunakan talenan dengan bentuk atau warna berbeda sesuai fungsinya.

Mengenai usia pakai, tidak ada batasan pasti berapa lama talenan boleh digunakan. Namun, jika permukaan talenan sudah rusak, penuh goresan, atau sulit dibersihkan, sebaiknya segera diganti. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau