Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Oktober 2025, 18:30 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Hanya karena handuk belum rusak dan berlubang, bukan berarti tidak perlu membeli handuk baru. 

Namun, terkadang sulit menentukan apakah handuk masih bisa digunakan atau sudah harus dijadikan lap dapur? 

Baca juga: Jangan Taruh Handuk Basah di Keranjang Cucian 

"Memperpanjang umur handuk selalu dimulai dengan merawatnya dengan penuh kasih sayang," jelas Janet Wischnia, pendiri American Blossom Linens di Thomaston, Georgia, Amerika Serikat--perusahaan yang memproduksi perlengkapan tidur, seperti seprai dan sarung bantal, berkualitas tinggi serta organik. 

Kamu harus selalu membersihkan handuk karena cenderung menyerap banyak kotoran dan minyak dari tubuh serta dapat menjadi sarang kuman. 

Dirangkum dari Southern Living, Kamis (16/10/2025), berikut sejumlah tanda sudah waktunya membeli handuk baru. 

Material handuk menjadi kasar

Ilustrasi handuk.Unsplash/redaquamedia Ilustrasi handuk.

Wischnia menjelaskan kurangnya kelembutan merupakan indikator jelas bahwa handuk sudah terlalu tua untuk digunakan.

"Hal ini terkadang bisa terjadi jika dicuci dengan terlalu banyak detergen," ucap Wischnia.

Handuk berbau, bahkan setelah dicuci 

Selanjutnya, tanda sudah waktunya membeli handuk baru adalah handuk berbau meski setelah dicuci.

Jika handuk masih berbau apak meski telah dicuci dengan detergen, ini berarti handuk tersebut mulai menyerap lebih banyak kuman daripada kelembapan dan harus diganti. 

Baca juga: 6 Penyebab Handuk Masih Bau Apak Setelah Dicuci dan Cara Mengatasinya

Daya serapnya berkurang 

Wischnia mengatakan jika handuk sering basah kuyup dan tidak lagi menyerap sebanyak sebelumnya, handuk tersebut tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya dan sudah waktunya untuk menggantinya. 

Ujung-ujungnya robek dan berjumbai 

Wischnia mengatakan tanda ini sangat jelas untuk mengganti handuk, tetapi kerusakan apa pun pada bahan berarti handuk perlu diganti.

"Hal ini dapat menyebabkan handuk tidak lagi menyerap," ujarnya.

Handuk telah digunakan selama beberapa tahun 

Terakhir, tanda sudah waktunya membeli handuk baru adalah handuk telah lama digunakan selama beberapa tahun. 

Penggunaan bertahun-tahun dapat menyebabkan keausan pada handuk. "Tergantung pada berapa banyak handuk yang kamu miliki dan seberapa sering menggantinya serta kualitasnya, waktu penggantian dapat berubah," kata Wischnia. 

Baca juga: Handuk Masih Bau Apak Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau