Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seberapa Sering Mencuci Rumah dengan Power Wash untuk Cegah Jamur?

Kompas.com, 16 Oktober 2025, 20:48 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Mencuci rumah, tepatnya bagian luar, dengan power wash tidak hanya membuat bersih dan tampak seperti baru, tapi juga menjaganya tetap prima dengan menghilangkan debu, jamur, dan lumut, yang semuanya dapat merusak dinding. 

Power wash adalah pembersihan menggunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk menghilangkan kotoran membandel, seperti debu, jamur, serta lumut, dari permukaan luar rumah, di antaranya dinding, lantai dek, serta beton. 

Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem, Ini 7 Cara Menyejukkan Rumah Tanpa AC

Mencuci rumah dengan power wash juga dapat mengungkap masalah apa pun yang perlu kamu atasi, seperti kerusakan akibat hama dan pembusukan. 

Karena semua alasan ini, sebaiknya menjadikan mencuci rumah dengan power wash sebagai perawatan rutin. 

Nah, berikut ini sejumlah hal yang perlu diketahui tentang mencuci rumah dengan power wash dikutip dari Southern Living, Kamis (16/10/2025). 

Seberapa sering mencuci rumah dengan power wash? 

Mencuci rumah dengan power wash dilakukan minimal setahun sekali jika tinggal di iklim lembap. 

Namun, kamu mungkin perlu melakukan ini dua kali setahun karena panas dan kelembapan yang sering dialami negara tropis. 

Selain itu, pepohonan juga mengeluarkan banyak serbuk sari dan getah serta mendorong pertumbuhan jamur, jadi kamu harus mencuci rumah dengan power wash dua kali setahun jika rumah berada di tempat teduh.

Akan tetapi, apabila tinggal di dekat pantai, gunakan power wash dua kali setahun untuk mencegah kerusakan akibat garam. 

Baca juga: 5 Barang Elektronik yang Diam-diam Menyedot Listrik di Rumah

Waktu terbaik dalam setahun untuk mencuci rumah dengan power wash? 

Mencuci rumah dengan power wash saat suhu cukup hangat sehingga air tidak cepat mengering karena angin dan hasil hilang karena hujan.

Jika ingin menyewa power wash dan melakukan tugas ini sendiri, rencanakan untuk mencuci rumah dengan power wash pada hari yang tenang ketika tidak akan ada angin kencang atau badai.

Kapan tidak boleh mencuci rumah dengan power wash? 

Power wash efektif membersihkan kotoran dan noda paling kotor dari permukaan keras, seperti beton dan batu.

Karena menggunakan panas, power wash tidak disarankan untuk semua jenis dinding. Kamu mungkin ingin menggunakan power wash bertekanan tanpa pemanas untuk dinding vinil dan aluminium. 

Baca juga: Di Mana Tempat Terbaik Menyimpan Alat Pemadam Kebakaran di Rumah? 

Untuk papan Hardie, disarankan menggunakan selang taman dan sikat. Konsultasikan dengan produsen dinding untuk rekomendasi jika memungkinkan.

Gunakan tekanan serendah mungkin pada dinding kayu. Jika cat mengelupas, perkirakan power wash akan menghilangkannya.

Hindari power wash pada kayu lapuk atau dinding atau lis apa pun yang menggunakan cat timbal. Mortar yang lepas dan hilang harus diperbaiki sebelum menggunakan power wash pada batu bata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau