Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Menggunakan AC agar Hemat Listrik dan Rumah Tetap Dingin

Kompas.com, 17 Oktober 2025, 07:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Mengatur suhu AC sering kali menjadi tantangan tersendiri di rumah. Jika terlalu dingin, tagihan listrik bisa melonjak tinggi, namun jika terlalu hangat, rumah terasa gerah dan tidak nyaman. 

Menurut para ahli HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), sebagaimana dikutip dari The Spruce, penggunaan AC yang efisien sangat bergantung pada pengaturan suhu, waktu pemakaian, serta cara menjaga kesejukan ruangan tanpa terlalu bergantung pada pendingin udara.

Nah, untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi, berikut adalah beberapa tips pengaturan AC yang bisa diterapkan.

Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem, Ini 7 Cara Menyejukkan Rumah Tanpa AC

Atur suhu ideal saat berada di rumah

Ketika kamu sedang berada di rumah, suhu AC sebaiknya disetel antara 22°C hingga 27°C. Rentang ini dianggap paling nyaman bagi sebagian besar orang, tanpa membebani kerja AC secara berlebihan. 

Untuk menemukan suhu yang paling pas, mulailah dari suhu tertinggi. Jika masih terasa panas, turunkan satu derajat setiap harinya sampai menemukan suhu yang dirasa nyaman. 

Cara bertahap ini membantu menghemat energi dan membuat AC bekerja lebih efisien karena tidak perlu mendinginkan ruangan secara ekstrem.

Naikkan suhu saat rumah sedang kosong

Membiarkan AC menyala dengan suhu rendah ketika rumah tidak berpenghuni hanya akan memboroskan energi. 

Baca juga: Jangan Pasang AC di 5 Tempat Ini

Saat kamu pergi, sebaiknya naikkan suhu AC sekitar 4°C hingga 7°C dari pengaturan normal. Tujuannya bukan mematikan AC sepenuhnya, tetapi menjaga suhu ruangan tetap stabil agar tidak terlalu lembap.

Dengan begitu, saat kamu kembali ke rumah, AC bisa dengan cepat menyesuaikan suhu kembali ke kondisi semula. 

Sesuaikan suhu AC di malam hari

Suhu udara di luar ruangan biasanya lebih rendah pada malam hari, sehingga kamu bisa memanfaatkan kondisi ini untuk menghemat listrik

Menurut National Sleep Foundation, suhu ideal untuk tidur malam berkisar antara 16°C hingga 19°C. Namun, di negara beriklim tropis seperti Indonesia, menaikkan suhu AC sekitar 2°C hingga 4°C dari suhu siang hari bisa menjadi pilihan yang lebih hemat tanpa mengurangi kenyamanan. 

Jika siang hari kamu mengatur suhu pada 24°C, maka di malam hari cukup ubah ke 26°C atau 27°C agar tidur tetap nyenyak tanpa pemborosan energi.

Baca juga: 7 Penyebab AC Sulit Mendinginkan Ruangan Saat Cuaca Panas

Jaga kelembapan udara tetap seimbang

Selain suhu, kelembapan udara juga berperan penting untuk menciptakan kenyamanan di dalam rumah.

Udara yang terlalu lembap bisa membuat ruangan terasa lebih panas, sedangkan udara yang terlalu kering dapat menyebabkan kulit dan tenggorokan terasa tidak nyaman. Idealnya, tingkat kelembapan di dalam rumah berada di kisaran 30 hingga 50 persen.

AC memang bisa membantu menurunkan kelembapan, namun jika udara masih terasa lembap, kamu bisa menggunakan dehumidifier agar udara terasa lebih segar dan ringan.

Baca juga: Kipas Angin Vs AC, Mana yang Lebih Hemat Listrik?

Gunakan cara tambahan agar rumah tetap sejuk tanpa bergantung pada AC

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga rumah tetap sejuk tanpa harus menyalakan AC terus-menerus, yaitu:

  • Tutup gorden di siang hari untuk mengurangi panas dari sinar matahari.
  • Buka jendela di malam hari ketika udara luar lebih dingin agar sirkulasi udara berjalan baik. 
  • Pastikan tidak ada celah di pintu atau jendela yang membuat udara dingin bocor keluar. 
  • Gunakan kipas langit-langit untuk menyebarkan udara dingin secara merata ke seluruh ruangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau