Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Rekomendasi Lemari Dapur untuk Rumah Subsidi agar Tampak Lebih Luas

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 21:07 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Memilih lemari dapur untuk rumah subsidi tipe 36 membutuhkan pertimbangan matang, terutama gaya dan ukuran yang dipilih. 

Hal ini mengingat rumah subsidi tipe 36 memiliki ukuran yang terbatas sehingga perlu memaksimalkan ruang yang tersedia dengan baik. 

Baca juga: 4 Warna Lemari Dapur yang Sedang Populer Saat Ini  

Seperti diketahui, rumah subsidi tipe 36 umumnya memiliki luas bangunan 36 meter persegi dari total luas tanah 60 hingga 72 meter persegi. 

Untuk dapur sendiri, memiliki ukuran bervariasi, tergantung denah, tetapi umumnya berada di rentang sekitar 2 x 6 meter, 3 x 6 meter, serta 2 x 2 meter. 

Gaya desain lemari dapur sering kali diabaikan di ruang kecil, padahal dapat memberikan dampak besar pada kesan lapang. 

Desain lemari dapur yang salah dapat membuat dapur cepat terasa sesak dan sempit. Ada banyak trik desain kabinet untuk membuat dapur kecil terlihat lebih luas. Misalnya, memadukan lemari tanpa pegangan dan permukaan mengkilap akan menciptakan dapur lebih terang dan lapang. 

Nah, dilansir dar Ideal Home, Kamis (23/10/2025), berikut lima rekomendasi lemari dapur untuk rumah subsidi agar tampak lebih luas. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Apak dari Lemari Dapur Tanpa Ribet

Lemari dapur bergaya Shaker

Ilustrasi lemari dapur. PIXABAY/MIKE GATTORNA Ilustrasi lemari dapur.
Kabinet Shaker terkenal karena daya tariknya yang abadi dan garis-garisnya yang bersih dan bersahaja.

"Shaker adalah pilihan tepat untuk dapur kecil karena gayanya yang sangat mandiri. Gaya ini tradisional, tapi sederhana dan tidak membutuhkan ruang untuk bernapas, seperti halnya desain dapur yang lebih berornamen," jelas Sebastian Aronowitz, pendiri The London Kitchen Company.

Saat mempertimbangkan lemari dapur Shaker khusus untuk dapur kecil, Sebastian merekomendasikan memilih bagian depan laci yang datar daripada laci berbingkai Shaker.

"Jika memilih pintu dan laci Shaker, proporsinya bisa jadi aneh. Laci peralatan makan serta beberapa bagian depan kabinet tarik yang sempit biasanya membutuhkan bagian depan yang datar secara default," ucapnya.

Daripada mencampur gaya secara tidak konsisten, akan lebih elegan jika sengaja menggunakan bagian depan datar di semua laci.

Dengan mengelompokkannya secara visual, hal ini juga menciptakan kejelasan visual dan ritme yang tenang dalam desain. 

"Soal warna, nuansa lebih terang di ruangan lebih kecil dapat membuatnya tampak lebih luas, tetapi bereksperimen dengan warna lebih terang atau gelap juga dapat menciptakan ruangan yang benar-benar berani," tambah Sebastian. 

Baca juga: 10 Warna Lemari Dapur yang Tidak Akan Ketinggalan Zaman

Kabinet bergaya beadboard

Selanjutnya, lemari dapur untuk rumah subsidi agar tampak lebih luas adalah kabinet bergaya beadboard

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau