Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tanaman Hias yang Cocok Ditanam Bersama Lidah Mertua

Kompas.com, 4 November 2025, 12:35 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Menanam bersama atau berdampingan adalah metode yang telah teruji dan terbukti ampuh membantu tanaman tumbuh lebih kuat bersama-sama di taman.

Strategi ini juga dapat bermanfaat ketika kamu mempertimbangkan tanaman hias—tidak hanya menjaga tanaman tetap sehat, tetapi juga menciptakan pot tanaman yang menarik serta mempercantik ruangan. 

Baca juga: 4 Manfaat Menanam Tanaman Lidah Mertua di Dalam Rumah 

Lidah mertua merambat kuat, mudah beradaptasi, dan relatif mudah dirawat. Kebiasaan tumbuh vertikalnya juga menjadikannya ideal untuk ditanam bersama tanaman rendah atau menjalar yang memiliki kebutuhan perawatan dan kondisi serupa.

Disadur dari The Spruce, Selasa (4/11/2025), berikut sejumlah tanaman hias yang cocok ditanam bersama lidah mertua.

Neon pothos

Tanaman merambat yang kuat dan subur ini dapat bertahan meski sedikit terabaikan, tetapi neon pothos, yang dikenal membutuhkan air lebih sedikit daripada varietas lain, mungkin paling cocok ditanam bersama lidah mertua dalam satu pot.

Dengan daun hijau limau dan kebiasaan tumbuh merambat, neon pothos tampak kontras dengan indah bersama lidah mertua berwarna hijau tua.

Tanaman hias ini juga tidak terlalu rentan terhadap hama serangga meski kamu perlu mewaspadai hama umum, seperti kutu putih, kutu sisik, serta tungau laba-laba. 

Baca juga: Tanaman Lidah Mertua Sebaiknya Ditaruh di Mana Menurut Fengshui? 

Tanaman ZZ

Ilustrasi tanaman ZZ.Unsplash/mihaiserban Ilustrasi tanaman ZZ.
Selanjutnya, tanaman hias yang cocok ditanam bersama lidah mertua adalah tanaman ZZ. Sama dengan lidah mertua, tanaman ZZ tumbuh lebih subur jika disiram lebih sedikit. 

Tanaman mengkilap yang tumbuh lambat ini tidak terlalu rentan terhadap hama dan memiliki kebiasaan tumbuh tegak.

Pertimbangkan memasangkannya dengan varietas tanaman lidah mertua yang lebih pendek dan lebar, seperti Whale Fin atau Twisted Sister.

Dracaena

Tanaman lidah mertua baru-baru ini direklasifikasi sebagai dracaena, jadi masuk akal jika tanaman ini akan tumbuh subur bersama kerabatnya dalam genus ini.

Dracaena tumbuh baik dengan cahaya terang, tetapi tidak langsung dan dapat menerima jadwal penyiraman yang mirip dengan tanaman lidah mertua. 

Waspadai hama tanaman hias yang umum, tetapi keduanya tidak terlalu rentan terhadap infestasi. 

Baca juga: 7 Manfaat Menanam Tanaman Lidah Mertua di Rumah Menurut Ahli

Lidah buaya

Ilustrasi tanaman lidah mertua.Unsplash/feeypflanzen Ilustrasi tanaman lidah mertua.
Lidah buaya juga menjadi tanaman hias yang cocok ditanam bersama lidah mertua. Padukan sukulen yang menyukai sinar matahari ini dengan varietas pothos beraneka warna untuk kontras warna alami dan toleransi lebih tinggi terhadap cahaya langsung.

Waspadai serangga sisik, yang memakan getah tanaman lidah buaya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau