Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Cara Menghentikan Kucing Buang Air Kecil di Luar Kotak Pasir

Kompas.com, 14 Januari 2026, 09:40 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Melihat kucing sering buang air kecil di luar kotak pasir tentu membuat pemilik kesal.

Namun, para ahli menegaskan bahwa perilaku ini bukan bentuk kenakalan. Sebaliknya, kucing sedang menyampaikan bahwa ada kebutuhan atau masalah yang belum terpenuhi.

Mulai dari gangguan kesehatan, stres, bahkan konflik dengan kucing lain di rumah, ada banyak faktor yang dapat memicu kebiasaan buang air kecil sembarangan. Dengan penanganan yang tepat, perilaku ini umumnya bisa diatasi.

Cara menghentikan kucing buang air kecil di luar kotak pasir 

Ilustrasi kotak pasir kucing.Shutterstock/Axel Bueckert Ilustrasi kotak pasir kucing.

Dilansir dari PetMD, berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan kucing buang air kecil di luar litter box.

Baca juga: Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Mengadopsi Kucing Liar

Periksa kondisi kesehatan kucing

Langkah pertama yang paling penting adalah membawa kucing ke dokter hewan.

Masalah medis seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, diabetes, penyakit ginjal, atau radang sendi sering kali menjadi penyebab utama kucing enggan menggunakan kotak pasir.

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pendukung untuk memastikan apakah penyebabnya bersifat medis atau perilaku.

Jika kucing dinyatakan sehat, barulah solusi lingkungan dan kebiasaan dapat diterapkan.

Bersihkan area yang terkena urine secara menyeluruh

Sisa bau urine dapat menarik kucing untuk kembali buang air di tempat yang sama. Karena itu, pembersihan harus dilakukan sampai benar-benar tuntas.

Baca juga: Penyebab Kucing Mencakar Furnitur di Rumah dan Cara Mengatasinya

Gunakan pembersih khusus penghilang bau hewan, terutama untuk karpet, kasur, atau sofa. Untuk permukaan keras seperti lantai, cairan pembersih rumah tangga sudah cukup efektif.

Membersihkan secara menyeluruh membantu memutus kebiasaan kucing kembali ke lokasi tersebut.

Waspadai perilaku menandai wilayah

Jika urine ditemukan menempel di dinding atau permukaan vertikal, kemungkinan besar kucing sedang menandai wilayah, bukan sekadar buang air.

Perilaku ini umum terjadi pada kucing jantan yang belum dikebiri, tapi bisa juga muncul pada kucing yang merasa terancam.

Sementara itu, menciptakan lingkungan yang aman, menyediakan tempat bertengger, serta membatasi konflik antar-kucing dapat membantu mengurangi stres dan rasa teritorial.

Baca juga: Benarkah Kucing Hitam Bawa Sial?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau