Penulis
KOMPAS.com - Melihat kucing sering buang air kecil di luar kotak pasir tentu membuat pemilik kesal.
Namun, para ahli menegaskan bahwa perilaku ini bukan bentuk kenakalan. Sebaliknya, kucing sedang menyampaikan bahwa ada kebutuhan atau masalah yang belum terpenuhi.
Mulai dari gangguan kesehatan, stres, bahkan konflik dengan kucing lain di rumah, ada banyak faktor yang dapat memicu kebiasaan buang air kecil sembarangan. Dengan penanganan yang tepat, perilaku ini umumnya bisa diatasi.
Ilustrasi kotak pasir kucing.Dilansir dari PetMD, berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan kucing buang air kecil di luar litter box.
Baca juga: Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Mengadopsi Kucing Liar
Langkah pertama yang paling penting adalah membawa kucing ke dokter hewan.
Masalah medis seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, diabetes, penyakit ginjal, atau radang sendi sering kali menjadi penyebab utama kucing enggan menggunakan kotak pasir.
Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pendukung untuk memastikan apakah penyebabnya bersifat medis atau perilaku.
Jika kucing dinyatakan sehat, barulah solusi lingkungan dan kebiasaan dapat diterapkan.
Sisa bau urine dapat menarik kucing untuk kembali buang air di tempat yang sama. Karena itu, pembersihan harus dilakukan sampai benar-benar tuntas.
Baca juga: Penyebab Kucing Mencakar Furnitur di Rumah dan Cara Mengatasinya
Gunakan pembersih khusus penghilang bau hewan, terutama untuk karpet, kasur, atau sofa. Untuk permukaan keras seperti lantai, cairan pembersih rumah tangga sudah cukup efektif.
Membersihkan secara menyeluruh membantu memutus kebiasaan kucing kembali ke lokasi tersebut.
Jika urine ditemukan menempel di dinding atau permukaan vertikal, kemungkinan besar kucing sedang menandai wilayah, bukan sekadar buang air.
Perilaku ini umum terjadi pada kucing jantan yang belum dikebiri, tapi bisa juga muncul pada kucing yang merasa terancam.
Sementara itu, menciptakan lingkungan yang aman, menyediakan tempat bertengger, serta membatasi konflik antar-kucing dapat membantu mengurangi stres dan rasa teritorial.
Baca juga: Benarkah Kucing Hitam Bawa Sial?