Penulis
KOMPAS.com - Tidak sedikit orang yang tiba-tiba kedatangan kucing liar di rumahnya.
Kucing tersebut kerap muncul secara rutin, meminta makanan, mencari perhatian, bahkan mencoba masuk ke dalam rumah.
Kondisi ini sering membuat seseorang bertanya-tanya, apakah kucing tersebut sebaiknya diadopsi atau dibiarkan begitu saja.
Nah, jika kamu ingin mengadopsi kucing liar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dilansir dari PetMD, berikut penjelasannya.
Baca juga: 5 Cara Mengusir Kucing Liar dari Kebun Secara Manusiawi
Sebelum memutuskan untuk mengadopsi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kucing tersebut benar-benar tidak memiliki pemilik.
Periksa apakah kucing memakai kalung identitas. Kemudian, unggah foto kucing ke media sosial atau grup lingkungan sekitar rumah juga dapat membantu menemukan pemiliknya.
Jika telah dipastikan bahwa kucing tersebut memiliki rumah, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mengembalikannya kepada pemilik semula.
Jika kucing tersebut tidak memiliki pemilik dan bersikap ramah, proses adopsi dapat mulai dipertimbangkan. Namun, membangun kepercayaan menjadi langkah krusial.
Baca juga: 6 Tanaman Herbal yang Dapat Mengusir Kucing Liar dari Kebun
Sebagian kucing bisa langsung bersahabat, tetapi banyak pula yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Pendekatan secara perlahan sangat disarankan.
Biarkan kucing mendekat dengan sendirinya dan selalu sediakan jalan keluar agar kucing tidak merasa terpojok.
Memberikan makanan secara rutin dalam beberapa hari atau minggu merupakan cara paling efektif untuk membuat kucing merasa aman dan percaya.
Selain makanan dan tempat berteduh, kesehatan kucing menjadi prioritas utama. Kucing liar sebaiknya dibawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan menyeluruh.
Baca juga: Alasan Kucing Liar Sering Datang ke Rumah dan Cara Menghadapinya
Gunakan kandang atau carrier kucing saat membawanya ke dokter hewan demi keamanan.
Untuk membiasakan kucing masuk ke dalam carrier, makanan dapat diletakkan di dalamnya secara bertahap sampai kucing terbiasa.
Di dokter hewan, kucing biasanya akan mendapatkan vaksin dasar, obat cacing, serta disteril atau dikebiri jika belum. Pemeriksaan parasit serta pencegahan kutu dan caplak juga penting dilakukan.