Penulis
KOMPAS.com - Terminal listrik kerap menjadi solusi praktis untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik di rumah.
Alat ini umumnya digunakan untuk perangkat berdaya rendah seperti lampu, pengisi daya ponsel, router dan modem, jam digital, konsol gim, serta printer.
Namun, kemudahan tersebut kerap membuat banyak orang lupa bahwa tidak semua perangkat aman dicolokkan ke terminal listrik.
Kesalahan penggunaan dapat berujung pada masalah serius, mulai dari kerusakan perangkat elektronik bahkan risiko kebakaran rumah.
Baca juga: 9 Kesalahan dalam Penggunaan Stop Kontak yang Harus Dihindari
Ilustrasi air fryer. Dilansir dari Martha Stewart, ahli elektro, Josh Luby, mengingatkan pentingnya memahami batas aman penggunaan terminal listrik agar instalasi listrik rumah tetap terjaga.
Berikut adalah beberapa perangkat yang sebaiknya tidak dicolokkan ke terminal listrik:
Perangkat seperti microwave, pemanggang roti, mesin kopi, mixer, slow cooker, dan air fryer sebaiknya dicolokkan langsung ke stop kontak dinding.
Menurut Luby, peralatan dapur tersebut membutuhkan daya listrik besar yang umumnya melebihi kemampuan terminal listrik.
Baca juga: Cara Memilih Kabel Listrik yang Tepat untuk Rumah, Cegah Kebakaran
Selain itu, peralatan dapur kecil sebaiknya dicabut saat tidak digunakan dan hanya dicolokkan ketika diperlukan untuk mengurangi risiko bahaya.
Seluruh perangkat medis harus selalu terhubung langsung ke stop kontak dinding, bukan melalui terminal listrik.
Alat seperti mesin CPAP, nebulizer, dan alat bantu mobilitas listrik memerlukan pasokan daya yang stabil.
Banyak dari perangkat ini menarik arus listrik besar, sehingga berpotensi membebani terminal listrik dan mengganggu fungsinya. Jika terjadi gangguan, penggunaan alat-alat yang bersifat vital bisa terhenti.
Baca juga: Perbedaan Fungsi Kabel MCB dan ELCB Menurut Dosen Elektro ITB
Pemanas ruangan modern memang dirancang lebih aman dibandingkan model lama. Meski demikian, perangkat ini tetap membutuhkan arus listrik besar, begitu pula AC dan dehumidifier.
Arus listrik yang melebihi kapasitas terminal listrik dapat menyebabkan panas berlebih, kabel meleleh, percikan api, bahkan kebakaran.