Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ide Memanfaatkan Pot Tanah Liat yang Pecah, Apa Saja?

Kompas.com, 14 Januari 2026, 14:22 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Menggunakan pot tanah liat untuk menanam tanaman memiliki keunggulan tersendiri dibanding pot plastik.

Pot tanah liat memiliki tampilan naturalyang dapat menyatu dengan tanaman, menambah dekorasi alami, serta ramah lingkungan. 

Baca juga: Jangan Tanam 4 Jenis Tanaman Ini di Pot Tanah Liat, Ini Alasannya 

Selain itu, materialnya bersifat berpori yang memungkinkan sirkulasi udara dan drainase air berjalan lancar sehingga tidak terjadi pengendapan air yang dapat menyebabkan akar tanaman mudah membusuk.

Namun, pot tanah liat lebih rentan terhadap perubahan suhu dan keretakan sehingga perlu menanganinya dengan hati-hati.

Meski demikian, tidak perlu khawatir jika pot tanah liat retak, pecah, atau hancur. Sebab, pot yang pecah masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di rumah.

Dilansir dari House Digest, Rabu (14/1/2026), berikut sejumlah ide memanfaatkan pot tanah liat yang pecah. 

Buat hiasan dinding

Ilustrasi pot tanah liat.PEXELS/LUM3N Ilustrasi pot tanah liat.
Salah satu cara memanfaatkan pecahan pot tanah liat adalah menjadikannya sebagai hiasan dinding luar rumah, terutama jika ingin menghadirkan suasana baru. 

Tembok yang dipoles semen sering kali terlihat polos dan monoton. Pecahan pot tanah liat berwarna terakota dapat dimanfaatkan untuk menciptakan tampilan lebih menarik.

Cara penggunaannya cukup sederhana. Aplikasikan mortar untuk menempelkan potongan pot tanah liat ke permukaan dinding, lalu susun sesuai dengan luas area yang ingin dihias.

Jika memungkinkan, kamu bisa mengecat pecahan pot agar tampil lebih berwarna-warni. Setelah itu, biarkan hingga kering untuk mendapatkan tampilan dinding yang lebih menarik, terutama jika dimanfaatkan sebagai tempat menggantung tanaman hias rambat. 

Baca juga: 10 Tanaman Sayur yang Dapat Ditanam dan Tumbuh Subur di Pot

Buat jalan setapak

Selanjutnya, ide memanfaatkan pot tanah liat yang retak adalah membuat jalan setapak yang menghubungkan rumah dengan halaman belakang, terutama jika memiliki pecahan pot dalam jumlah banyak.

Caranya, siapkan dan batasi area yang akan dijadikan jalan setapak, lalu tambahkan lapisan dasar berupa batu. Kumpulkan pecahan pot dan sebarkan secara merata di atas area tersebut.

Penanda tanaman

Meski tidak umum dilakukan, cara ini cukup efektif mengurangi limbah pecahan pot, terutama jika jumlahnya terbatas.

Gunakan spidol permanen untuk melabeli nama tanaman, lalu letakkan atau tancapkan pecahan pot di sekitar tanaman.

Cara ini juga dapat dimanfaatkan untuk menuliskan informasi tambahan yang berguna bagi perawatan tanaman. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Paling Cocok untuk Pot Gantung 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau