Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 15 Januari 2026, 14:32 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mencuci pakaian bisa melelahkan dan memakan banyak waktu, terutama dalam jumlah besar. 

Lantaran ingin mempercepat waktu dan pekerjaan, banyak dari kita yang main memasukkan pakaian begitu saja ke mesin cuci tanpa membalik pakaian dari dalam ke luar. 

Baca juga: 6 Dampak Buruk Mencuci Pakaian dengan Air Sadah 

Padahal, kegiatan ini sama pentingnya dengan memisahkan pakaian yang tidak boleh dicampur selama pencucian.

Membalik pakaian sebelum mencuci dapat mencegah kerusakan pakaian dari beberapa bahan tertentu dan menjaga kepekatan warna pada pakaian.

Meski begitu, cara ini kerap dianggap tidak penting, terutama jika pakaian tersebut memiliki banyak kotoran dan noda membandel.

Lantas, sebenarnya perlukah membalik pakaian dari dalam ke luar saat mencucinya? Berikut penjelasan dua ahli pencucian. 

Mengapa harus membalik pakaian saat mencucinya? 

Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.PIXABAY/_alicja_ Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.
Forrest Webber, pemilik Bear Brothers Cleaning di Alabama, mengatakan mencuci pakaian dan membaliknya akan melindungi kain luar dari gesekan selama pencucian.

Misalnya, membalik pakaian, seperti celana jeans, dapat membantu mencegah iritasi pada barang lain yang terbuat dari bahan sensitif yang dapat rusak akibat gesekan dengan resleting, kancing, dan bahan berat.

Cara tersebut penting dilakukan untuk menjaga warna pakaian dan membuat pakaian terlihat seperti baru. 

Baca juga: Jumlah Detergen yang Tepat untuk Mencuci Pakaian, Jangan Asal

“Selain itu, cara ini juga membantu melindungi cetakan dan bordiran pada pakaian serta membersihkan pakaian secara lebih menyeluruh karena menghilangkan keringat, minyak tubuh, dan sel kulit dari pakaian,” ujar Webber dikutip dari Real Simple, Kamis (15/1/2026).

Meski bukan solusi efektif mencegah pudarnya warna pada kain, cara ini tetap dapat digunakan setidaknya untuk memperlambat proses tersebut. 

Tom Ceconi, Pemimpin Heritage Park Laundry Essentials--perusahaan produk perawatan mencuci--menjelaskan meski secara teknis tidak mungkin sepenuhnya mencegah kain memudar, membalik pakaian saat mencuci dapat memperlambat proses tersebut.

"Dengan begitu, celana jeans atau kaus favorit kamu bisa bertahan sedikit lebih lama,” katanya. 

Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian?

Pakaian yang harus dibalik saat mencuci

Ilustrasi mencuci pakaian dengan mesin cuci.SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIO Ilustrasi mencuci pakaian dengan mesin cuci.
Ceconi mengatakan bagian dalam kain yang bersentuhan dengan tubuh mengandung keringat, minyak, deodoran, krim, losion, dan bau.

Karena itu, Ceconi merekomendasikan membalik sebagian besar bahan pakaian sebelum dicuci, termasuk jeans, pakaian olahraga, kaus katun, pakaian warna cerah, pakaian warna gelap, dan pakaian berbahan halus yang tidak memiliki noda.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau