Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 15 Januari 2026, 15:50 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Tanaman anggrek yang dirawat baik akan tampak sehat, tapi belum juga berbunga sejak membawanya pulang.

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran banyak pemilik. Biasanya, ini bisa disebabkan kurangnya cahaya, tidak mendapatkan suhu malam yang lebih dingin yang dibutuhkannya, serta kekurangan nutrisi. 

Baca juga: Jangan Pernah Lakukan 4 Hal Ini saat Merawat Bunga Anggrek

Air dan sinar matahari saja tidak cukup bagi anggrek untuk menghasilkan bunga yang dramatis. Jika kamu belum memberi pupuk pada anggrek, kemungkinan besar tanaman tidak mendapatkan cukup nutrisi penting dari tanahnya.

Pupuk adalah kuncinya. Dilansir dari Southern Living, Kamis (15/1/2026), berikut durasi memupuk tanaman anggrek, jenis pupuk yang digunakan, serta cara memupuknya. 

Seberapa sering harus memupuk tanaman anggrek?

Ilustrasi tanaman anggrek.Kompas.com/Esra Dopita Maret. Ilustrasi tanaman anggrek.
Anggrek tidak membutuhkan banyak pupuk, tetapi membutuhkannya lebih sering daripada beberapa tanaman hias lainnya.

Pepatah lama yang digunakan para tukang kebun adalah memberi pupuk "mingguan, encer." Ini berarti kamu perlu memupuk anggrek saat menyiram setiap minggu (atau setiap dua minggu sekali) dengan campuran pupuk yang sangat encer.

Metode ini lebih efektif daripada pemberian pupuk dalam dosis besar yang lebih jarang karena meniru lingkungan alami anggrek. 

Sebagian besar jenis anggrek adalah epifit yang tumbuh di pohon serta mendapatkan nutrisi dari air hujan dan sisa-sisa organik yang terbawa dari inangnya.

Metode ini juga mencegah penumpukan garam dan mencegah terlalu banyak pupuk yang dapat menyebabkan akar terbakar. 

Baca juga: 5 Area Terburuk Menempatkan Bunga Anggrek di Dalam Rumah

Pemupukan penting selama musim pertumbuhan pada musim kemarau atau cuaca panas, tetapi kamu harus mengurangi frekuensinya setelah anggrek memasuki masa dormansi saat musim hujan.

Pupuk tidak lebih dari sekali sebulan atau kamu dapat berhenti sama sekali selama tidak ada pertumbuhan. Jangan memupuk anggrek saat kuncup mulai terbentuk karena dapat menyebabkan kuncup rontok atau bunga cepat layu. Hentikan pemupukan sampai masa berbunga berakhir.

Perhatikan juga jenis anggrek yang ditanam karena dapat menentukan seberapa sering kamu perlu memupuknya.

MeskI anggrek epifit, seperti anggrek ngengat (Phalaenopsis spp.) membutuhkan pemupukan yang sering, jenis anggrek terestrial, seperti anggrek sepatu Venus (Paphiopedilum) yang tumbuh di media tanam yang lebih mirip tanah dapat diberi pupuk lebih jarang. 

Baca juga: 6 Masalah yang Sering Menyerang Daun Tanaman Anggrek

Jenis pupuk untuk tanaman anggrek 

Ilustrasi tanaman anggrek.Shutterstock/AdaCo Ilustrasi tanaman anggrek.
Kamu dapat menggunakan pupuk khusus yang dibuat untuk anggrek dengan mengikuti petunjuk pada kemasan atau menggunakan pupuk standar seimbang 20-20-20 yang diencerkan hingga sepe moat kekuatan.

Pupuk 10-10-10 juga akan berfungsi jika diencerkan setengahnya. Pupuk yang dirancang untuk meningkatkan pembungaan juga dapat digunakan, tetapi tidak semua anggrek akan merespons baik terhadap jenis pupuk ini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau