Penulis
KOMPAS.com - Tanaman anggrek yang dirawat baik akan tampak sehat, tapi belum juga berbunga sejak membawanya pulang.
Hal ini tentu menjadi kekhawatiran banyak pemilik. Biasanya, ini bisa disebabkan kurangnya cahaya, tidak mendapatkan suhu malam yang lebih dingin yang dibutuhkannya, serta kekurangan nutrisi.
Baca juga: Jangan Pernah Lakukan 4 Hal Ini saat Merawat Bunga Anggrek
Air dan sinar matahari saja tidak cukup bagi anggrek untuk menghasilkan bunga yang dramatis. Jika kamu belum memberi pupuk pada anggrek, kemungkinan besar tanaman tidak mendapatkan cukup nutrisi penting dari tanahnya.
Pupuk adalah kuncinya. Dilansir dari Southern Living, Kamis (15/1/2026), berikut durasi memupuk tanaman anggrek, jenis pupuk yang digunakan, serta cara memupuknya.
Ilustrasi tanaman anggrek.Pepatah lama yang digunakan para tukang kebun adalah memberi pupuk "mingguan, encer." Ini berarti kamu perlu memupuk anggrek saat menyiram setiap minggu (atau setiap dua minggu sekali) dengan campuran pupuk yang sangat encer.
Metode ini lebih efektif daripada pemberian pupuk dalam dosis besar yang lebih jarang karena meniru lingkungan alami anggrek.
Sebagian besar jenis anggrek adalah epifit yang tumbuh di pohon serta mendapatkan nutrisi dari air hujan dan sisa-sisa organik yang terbawa dari inangnya.
Metode ini juga mencegah penumpukan garam dan mencegah terlalu banyak pupuk yang dapat menyebabkan akar terbakar.
Baca juga: 5 Area Terburuk Menempatkan Bunga Anggrek di Dalam Rumah
Pemupukan penting selama musim pertumbuhan pada musim kemarau atau cuaca panas, tetapi kamu harus mengurangi frekuensinya setelah anggrek memasuki masa dormansi saat musim hujan.
Pupuk tidak lebih dari sekali sebulan atau kamu dapat berhenti sama sekali selama tidak ada pertumbuhan. Jangan memupuk anggrek saat kuncup mulai terbentuk karena dapat menyebabkan kuncup rontok atau bunga cepat layu. Hentikan pemupukan sampai masa berbunga berakhir.
Perhatikan juga jenis anggrek yang ditanam karena dapat menentukan seberapa sering kamu perlu memupuknya.
MeskI anggrek epifit, seperti anggrek ngengat (Phalaenopsis spp.) membutuhkan pemupukan yang sering, jenis anggrek terestrial, seperti anggrek sepatu Venus (Paphiopedilum) yang tumbuh di media tanam yang lebih mirip tanah dapat diberi pupuk lebih jarang.
Baca juga: 6 Masalah yang Sering Menyerang Daun Tanaman Anggrek
Ilustrasi tanaman anggrek.Pupuk 10-10-10 juga akan berfungsi jika diencerkan setengahnya. Pupuk yang dirancang untuk meningkatkan pembungaan juga dapat digunakan, tetapi tidak semua anggrek akan merespons baik terhadap jenis pupuk ini.