Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Hias Indoor yang Susah Mati, Cocok untuk Pemula

Kompas.com, 16 Januari 2026, 15:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tidak semua orang punya kesabaran dan ketelatenan untuk merawat tanaman hias di dalam rumah.

Ada yang bisa membuat rumahnya dipenuhi tanaman hijau subur, tapi ada juga yang setiap beberapa bulan harus rela melihat tanaman barunya layu perlahan di ambang jendela.

Jika kamu termasuk yang sering “gagal” merawat tanaman, jangan khawatir. Menurut ahli botani, ada beberapa tanaman hias indoor yang terkenal tahan banting dan nyaris bisa “merawat dirinya sendiri”.

Tanaman hias indoor yang susah mati

Ilustrasi ZZ plant atau pohon dolarUnsplash/Kadarius Seegars Ilustrasi ZZ plant atau pohon dolar

Dilansir dari Real Simple, berikut ini 5 tanaman hias indoor minim perawatan yang direkomendasikan ahli botani Scott Zona, peneliti di North Carolina State University.

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Dapat Membawa Keberuntungan di Rumah pada 2026

Lidah mertua silinder 

African spear plant atau dracaena angolensis adalah tanaman sukulen asal Afrika yang sangat tahan terhadap kondisi kering.

Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air dan justru mudah rusak jika terlalu sering disiram.

Menurut Zona, banyak sukulen mati bukan karena pemiliknya lalai, melainkan karena media tanam yang salah.

Sukulen sebaiknya ditanam di media khusus kaktus dan sukulen yang memiliki drainase baik.

Penyiraman cukup dilakukan dua minggu sekali saat musim panas dan sebulan sekali saat musim hujan.

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Dapat Mencerahkan Rumah

Letakkan tanaman di dekat jendela dengan cahaya terang, tapi hindari sinar matahari langsung terlalu lama agar daunnya tidak terbakar.

ZZ plant

ZZ plant (zamioculcas zamiifolia) dikenal sebagai salah satu tanaman hias paling tangguh. Tanaman ini sangat toleran terhadap jadwal penyiraman yang tidak teratur.

ZZ plant sebaiknya ditanam di media yang mudah kering. Penyiraman cukup dilakukan sekitar dua kali sebulan, bahkan lebih jarang saat musim dingin.

Tanaman ini juga tidak membutuhkan banyak cahaya dan tetap bisa tumbuh di ruangan dengan pencahayaan buatan. Pemupukan cukup satu hingga dua kali setahun.

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Mudah Diperbanyak Saat Cuaca Dingin

Baby rubber plant

Baby rubber plant (peperomia obtusifolia) sering dijadikan tanaman meja karena ukurannya yang ringkas dan tampilannya yang menarik. Tanaman ini mampu bertahan dalam kondisi cahaya rendah selama beberapa bulan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau