Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Daun Salam Ampuh Mencegah Serangga Masuk Lemari?

Kompas.com, 16 Januari 2026, 09:40 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Daun salam sudah dikenal luas sebagai salah satu bahan dapur yang kerap digunakan untuk memasak.

Aromanya yang khas mampu menggugah selera dan memperkaya cita rasa masakan sehingga terasa lebih nikmat.

Berbeda dengan manusia yang menyukai aroma ini, beberapa hewan justru sangat tidak menyukai aroma ini, terutama serangga yang kerap muncul di dalam rumah. 

Baca juga: 5 Cara Mudah Usir Lalat di Rumah, Pakai Aroma Ini Agar Lebih Efektif

Karena itu, daun salam kerap dimanfaatkan untuk mencegah hama serangga yang sering merusak pakaian di dalam lemari.

Namun, benarkah daun salam efektif untuk menyingkirkan serangga yang kerap masuk ke dalam lemari pakaian?

Mengapa daun salam dianggap dapat mencegah serangga?

Melansir dari laman Hunker, Jumat (14/1/2026), beberapa studi menunjukkan adanya keterkaitan antara aroma dalam daun salam yang tidak disukai oleh sebagian serangga seperti ngengat, kecoa, dan kutu buku.

Lemari pakaian rentan terhadap bau tidak sedap karena lokasinya yang gelap, tertutup, dan lembap, memicu masuknya serangga seperti ngengat dan kecoa yang menyukai lingkungan tersebut.

Baca juga: 12 Aroma yang Paling Dibenci Kucing, Pemilik Harus Tahu

Daun salam berasal dari daun pohon Laurus nobilis adalah tanaman hijau abadi yang kaya akan senyawa minyak esensial volatil, seperti cineole atau sering disebut eucalyptol.

Senyawa ini membuat daun salam mengandung senyawa aromatik yang harum bagi manusia tetapi dapat mencegah ngengat, kecoa, dan kutu buku menyingkir dari lemari pakaian. 

Apakah daun salam bisa mengusir serangga di rumah?

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Journal of Stored Products Research menunjukkan bahwa minyak esensial daun salam efektif mengusir sekaligus membunuh hama. Efek ini berasal dari kandungan cineole dan terpen, senyawa alami beraroma kuat yang tidak disukai serangga

Studi lain yang diterbitkan dalam Crop Protection  pada tahun 2024 menunjukkan bahwa senyawa cineole dalam daun salam tidak hanya mengusir serangga, tetapi juga dapat  menyebabkan tingkat kematian tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa serangga bukan sekadar tidak menyukai daun salam, tetapi secara aktif menghindarinya.

Baca juga: 10 Aroma yang Tidak Disukai Tikus, Hilang Selamanya dari Rumah

Jeff Schumacher, pemilik layanan pengendalian hama di Amerika Serikat, menegaskan bahwa, senyawa cineole dapat mengiritasi serangga dengan mengganggu sistem saraf dan reseptor sensorik sehingga membungkukan indra penciuman mereka, bahkan dapat menyulitkan menemukan sumber makanan. 

Itulah sebabnya hama seperti ngengat, kecoa, dan kutu buku cenderung menghindari area di mana daun salam berada.

Manfaat daun salam untuk mengusir serangga

Selain itu, Adham Perriseau, seorang profesional pengendalian hama di Dr. Killigan's menyebutkan bahwa senyawa tersebut juga dapat  menutupi bau makanan atau kain, sehingga membuat ruangan kurang menarik bagi hama dalam ruangan pada umumnya.

Dengan menyisipkan beberapa lembar daun salam diantara pakaian atau di bagian belakang laci, dapat menciptakan perlindungan sederhana dan alami untuk menjaga pakaian tetap berbau segar dan kain tetap aman, bebas dari robekan atau lubang gigitan serangga.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau