Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Geopolitik Bergejolak, Industri Mebel Alihkan Fokus Ke India dan ASEAN

Kompas.com, 5 Maret 2026, 18:12 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com – Industri furnitur dan kerajinan kayu nasional kembali diuji oleh gejolak geopolitik global yang makin tak menentu.

Hal ini menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Namun, alih-alih menarik diri, para pelaku industri justru memasang target ekspansi yang lebih agresif dalam ajang Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Cara Merawat Furnitur Kayu agar Tetap Awet dan Tampak Baru

Pameran ke-11 yang dihelat oleh Dyandra Promosindo bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) ini menjadi palagan bagi Indonesia untuk membuktikan resiliensinya sebagai pemain kompetitif di pasar global.

Meski Amerika Serikat masih mengukuhkan posisi sebagai pasar utama dengan kenaikan serapan dari 54 persen menjadi 58 persen, Indonesia mulai mengalihkan pandangan secara serius ke zona-zona baru.

Diversifikasi Pasar di Tengah Gejolak

Langkah diversifikasi ini diambil sebagai respons atas ketidakpastian di Timur Tengah akibat tensi geopolitik.

Pemerintah dan asosiasi sepakat untuk tidak lagi menaruh seluruh "telur" dalam satu keranjang yang sama.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Dirjen Agro Kemenperin), Putu Juli Ardika, menegaskan, industri furnitur kini tengah membidik pasar Asia yang sedang bertumbuh pesat, terutama India dan kawasan ASEAN.

Baca juga: Furnitur Rotan dan Anyaman, Apa Bedanya?

“Sebenarnya Timur Tengah salah satu tujuan (market), tapi dengan adanya persoalan geopolitik, kami akan fokus ke negara India dan ASEAN,” ujar Putu di sela pembukaan pameran.

Senada dengan Putu, Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menyatakan optimisme serupa.

Menurutnya, IFEX 2026 adalah momentum untuk menjangkau negara-negara yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Selebihnya, IFEX menyasar pasar di zona Uni Eropa dan Asia, termasuk ASEAN dan juga Australia,” kata Sobur.

Ia menambahkan bahwa untuk menghadapi gejolak global, HIMKI mendorong peningkatan nilai tambah produk dengan menggandeng desainer internasional demi memenuhi selera pasar dunia tanpa kehilangan identitas lokal.

Sentuhan Nusantara: Antara Estetika dan Histori

Di Hall 1 hingga Hall 10 ICE BSD, optimisme tersebut diterjemahkan melalui lebih dari 5.000 produk unggulan dari 500 peserta pameran (exhibitor).

Koleksi tahun ini menonjolkan perpaduan elegan antara kayu premium dengan narasi budaya Indonesia yang kental.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau