Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sambut Idul Fitri, Ini 5 Cara Mendekorasi Rumah Menurut Desainer

Kompas.com, 10 Maret 2026, 16:15 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Idul Fitri tak hanya menjadi momen bermaaf-maafan, tapi juga berkumpul bersama di rumah bersama keluarga besar, kerabat, hingga sahabat datang bersilaturahmi. 

Karena itu, banyak orang mulai menyiapkan berbagai hal untuk membuat hunian terasa hangat dan nyaman, salah satunya mendekorasinya. 

Baca juga: Ini Warna Baru yang Paling Dicari Jelang Ramadan dan Lebaran 

Sentuhan sederhana, seperti pemilihan warna cerah, penataan ulang furnitur, hingga penambahan elemen dekoratif bernuansa Lebaran dapat menghadirkan kesan hangat pada Hari Kemenangan.

Kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2025), Ifalen Ramadian, arsitek dari Alradista Design yang berbasis di Bekasi dan Devina Aryanti, principal designer di Studio Interior Devina yang berdomisili di Bintaro, membagikan sejumlah cara mendekorasi rumah untuk menyambut Idul Fitri.

Gunakan warna hangat 

Ilustrasi ruang keluarga dengan warna cat hijau.SHUTTERSTOCK/GROUND PICTURE Ilustrasi ruang keluarga dengan warna cat hijau.
Dalam menghadirkan suasana kekeluargaan saat Idul Fitri, tidak perlu menggunakan dekorasi yang mewah. Cukup menghadirkan warna-warna hangat untuk menghias rumah untuk meningkatkan kesan hangat di rumah.

“Warna-warna bernuansa hangat dan lembut, seperti krem, beige, warm white (putih hangat), dan butter yellow (kuning mentega) sangat cocok untuk menciptakan suasana rumah yang nyaman dan ramah saat Idul Fitri,” kata Ifalen. 

Ifalen mengungkapan nuansa warna hangat tersebut dapat memberi kesan bersih sekaligus menenangkan sehingga rumah terasa lebih nyaman untuk berkumpul bersama keluarga dan tamu. 

Baca juga: Cara Membuat Bunga Sedap Malam Tetap Segar dan Harum Selama Idul Fitri

Selain warna hangat, hijau yang menjadi warna khas Lebaran juga cocok untuk dekorasi atau menghiasi dinding. 

“Warna hijau melambangkan kehidupan, kedamaian, dan kesuburan. Penggunaan palet warna yang masih senada, seperti sage, olive green, dan emerald green juga cocok untuk dijadikan pilihan,” ucap Devina.

Untuk menghindari tampilan monoton, Ifalen menyarankan mengombinasikan warna tersebut dengan elemen dekoratif, seperti bantal sofa, karpet, atau taplak meja dengan sentuhan emas, terakota, atau motif geometris islami, sehingga suasana rumah terasa hangat serta semarak. 

Atur tata letak furnitur rumah

Selanjutnya, cara mendekorasi rumah untuk menyambut Idul Fitri adalah mengatur tata letak furnitur di rumah. 

Menata kembali furnitur dan perabot di rumah dapat menciptakan tampilan visual yang segar dan baru. Cara ini juga lebih terjangkau karena tidak membutuhkan tambahan furnitur.

Ruang keluarga bisa ditata ulang dengan memindahkan meja atau sofa ke sisi berbeda dari posisi biasa, mengganti gorden, karpet, bantal sofa, taplak meja makan juga bisa menghadirkan suasana baru di momen Lebaran,” imbuh Devina 

Ifalen menyarankan menata posisi sofa agar lebih terbuka guna mendukung interaksi dan kebersamaan.

“Dalam banyak tradisi Lebaran di Indonesia, tamu sering kali lebih nyaman duduk bersama di area karpet sehingga suasana terasa lebih akrab dan santai. Untuk itu, tambahkan karpet sebagai pusat area berkumpul,” tambah Ifalen. 

Baca juga: Sambut Idul Fitri, Ini 6 Tips Menciptakan Rumah yang Nyaman dan Menarik 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau