KOMPAS.com - Wastafel porselen kerap dipilih untuk desain kamar mandi karena tampilannya yang bersih, mengilap, dan elegan.
Namun, permukaannya yang biasanya berwarna putih membuat noda sabun, pasta gigi, hingga kerak air lebih mudah terlihat.
Karena itu, pembersihan rutin penting untuk membuat tampilannya tetap bersih dan terawat.
Dalam praktiknya membersihkan wastafel porselen tidak boleh sembarangan, diperlukan bahan dan alat pembersih non-abrasif untuk menjaga kilaunya.
Baca juga: Perbedaan Wastafel Dapur dan Wastafel Kamar Mandi yang Jarang Disadari
Kesalahan dalam memilih bahan pembersih tidak hanya dapat merusak tampilan wastafel tapi juga memperpendek usia pakainya.
Untuk itu, pembersihan sebaiknya dilakukan dengan bahan dan alat non-abrasif agar permukaannya tetap terjaga.
Penting untuk menghindari bahan pembersih yang bersifat abrasif saat membersihkan wastafel porselen karena dapat merusak permukaannya.
“Begitu tergores, lapisan permukaannya yang mengkilap akan tampak kusam, lebih cepat kotor, dan perawatannya menjadi semakin sulit,” ujar Taylor Riley, mitra di Stay Clean Solutions Commercial Cleaning, seperti dikutip dari laman Martha Stewart, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Wastafel Sering Mampet Gara-gara Rambut? Ini Cara Mengatasinya
Karena itu, Alicia Sokolowski, presiden sekaligus co-CEO Aspen Clean, mengingatkan pentingnya menggunakan bahan pembersih non-abrasif agar permukaan porselen tetap terjaga.
Selain itu, ada beberapa alasan mengapa metode pembersihan lembut lebih disarankan untuk wastafel porselen:
Lapisan enamel porselen sangat halus; penggosokan yang kasar dapat meninggalkan bekas permanen.
Alat gosok yang abrasif dapat membuat permukaan yang halus dan mengkilap menjadi kusam.
Lekukan dan goresan dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, sehingga menyulitkan pembersihan. Tak hanya itu, area tersebut juga akan lebih mudah menyerap kotoran, kerak sabun, dan noda.
Pembersihan yang lembut menjaga wastafel tetap terlihat seperti baru dan mencegah keausan atau kerusakan dini.
Beberapa bahan kimia keras bereaksi dengan enamel, menyebabkan penguningan atau pemudaran warna seiring waktu.