Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau Wastafel Porselen Anda Tetap Berkilau? Gunakan Baking Soda

Kompas.com, 10 Maret 2026, 07:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wastafel porselen kerap dipilih untuk desain kamar mandi karena tampilannya yang bersih, mengilap, dan elegan.

Namun, permukaannya yang biasanya berwarna putih membuat noda sabun, pasta gigi, hingga kerak air lebih mudah terlihat.

Karena itu, pembersihan rutin penting untuk membuat tampilannya tetap bersih dan terawat.

Dalam praktiknya membersihkan wastafel porselen tidak boleh sembarangan, diperlukan bahan dan alat pembersih non-abrasif untuk menjaga kilaunya.

Baca juga: Perbedaan Wastafel Dapur dan Wastafel Kamar Mandi yang Jarang Disadari

Kesalahan dalam memilih bahan pembersih tidak hanya dapat merusak tampilan wastafel tapi juga memperpendek usia pakainya.

Untuk itu, pembersihan sebaiknya dilakukan dengan bahan dan alat non-abrasif agar permukaannya tetap terjaga.

Dibersihkan dengan bahan non-abrasif

Penting untuk menghindari bahan pembersih yang bersifat abrasif saat membersihkan wastafel porselen karena dapat merusak permukaannya.

“Begitu tergores, lapisan permukaannya yang mengkilap akan tampak kusam, lebih cepat kotor, dan perawatannya menjadi semakin sulit,” ujar Taylor Riley, mitra di Stay Clean Solutions Commercial Cleaning, seperti dikutip dari laman Martha Stewart, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Wastafel Sering Mampet Gara-gara Rambut? Ini Cara Mengatasinya

Karena itu, Alicia Sokolowski, presiden sekaligus co-CEO Aspen Clean, mengingatkan pentingnya menggunakan bahan pembersih non-abrasif agar permukaan porselen tetap terjaga.

Selain itu, ada beberapa alasan mengapa metode pembersihan lembut lebih disarankan untuk wastafel porselen:

  • Mencegah goresan

Lapisan enamel porselen sangat halus; penggosokan yang kasar dapat meninggalkan bekas permanen.

  • Mempertahankan kilau

Alat gosok yang abrasif dapat membuat permukaan yang halus dan mengkilap menjadi kusam.

  • Menjaga kebersihan dan menghindari noda

Lekukan dan goresan dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, sehingga menyulitkan pembersihan. Tak hanya itu, area tersebut juga akan lebih mudah menyerap kotoran, kerak sabun, dan noda.

  • Memperpanjang masa pakai

Pembersihan yang lembut menjaga wastafel tetap terlihat seperti baru dan mencegah keausan atau kerusakan dini.

  • Mencegah perubahan warna

Beberapa bahan kimia keras bereaksi dengan enamel, menyebabkan penguningan atau pemudaran warna seiring waktu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau