Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Gunakan Warna Abu-abu di Dapur Kecil, Ini Dampaknya

Kompas.com, 11 Maret 2026, 08:40 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Dapur kecil dapat dengan mudah menjadi dilema desain, tetapi tidak ada yang lebih buruk daripada memilih warna yang salah.

Ide warna dapur dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan desain. Warna juga menentukan suasana, kepribadian, serta seberapa besar atau kecil skema ruangan. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari di Dapur Kecil agar Ruang Lebih Fungsional

Namun, menurut para desainer, warna abu-abu dingin dan bernuansa sedang seharusnya tidak pernah digunakan di dapur kecil

"Warna cat abu-abu dingin memiliki efek sebaliknya. Warna tersebut cenderung menyerap cahaya daripada memantulkannya, membuat ruangan yang sudah kecil tampak lebih gelap dan lebih tertutup," jelas desainer interior Kathy Kuo dilansir dari Homes and Gardens, Rabu (11/3/2026). 

Selain itu, warna abu-abu dapat terkesan fungsional dan agak steril, bahkan jika memiliki nuansa hangat; warna abu-abu dengan nuansa dingin sangat keras dan industrial. Nuansa ini dapat membuat dapur terasa dingin, datar, dan monoton. 

Hal-hal ini justru bertentangan dengan apa yang kita inginkan dari ruangan-ruangan ini, yang berfokus pada kehangatan, penataan berlapis, dan dapur yang lembut. 

Baca juga: 7 Barang Dapur yang Diam-diam Membuat Tamu Jijik, Singkirkan Segera! 

Ilustrasi dapur kecil.Unsplash/andreaedavis Ilustrasi dapur kecil.
Ini menandakan pergeseran besar dalam cara kita mendesain skema agar lebih dari sekadar ruang memasak. Sebagai akibat dari pergeseran ini, warna abu-abu tidak lagi terasa sebagai pilihan modern atau inspiratif.

"Ini adalah warna dapur yang ketinggalan zaman dan nada dinginnya menciptakan kontras yang tajam antara finishing lainnya," ujar Maggie Goodrich dari Third Street Architecture.

Abu-abu dingin mengingatkan kita pada tren ramping dan modern, yang bertujuan menciptakan kontras tajam antara putih bersih dan abu-abu dingin.

Tren desain sekarang cenderung ke arah ruang lebih hangat dan lebih personal.

"Abu-abu dingin sering kali menghadirkan kesan dingin yang tidak disengaja. Di dapur, yang seharusnya terasa ramah, fungsional, dan nyaman, nada dingin tersebut dapat membuat ruangan terasa datar, bahkan steril," tambah Cathleen Gruver dari Gruver Cooley. 

Di dapur yang lebih kecil, warna tersebut dapat menciptakan kesan berat atau suram daripada kehangatan dan kenyamanan. 

Baca juga: 5 Kesalahan Memilih Backsplash Dapur yang Harus Dihindari

Alternatif warna di dapur kecil?

Dapur kecil menyisakan sedikit ruang untuk menghadirkan kehangatan dan kelembutan yang jauh lebih diinginkan saat ini.

Bagi para desainer, tidak ada yang mengalahkan warna netral hangat yang dipilih dengan indah yang terasa abadi, tapi tetap berlapis dan nyaman.

"Saya biasanya merekomendasikan warna putih pucat hangat, krem lembut, atau abu-abu muda dengan kehangatan halus. Warna-warna ini memantulkan cahaya jauh lebih baik, membantu dapur kecil terasa lebih terang dan luas sambil tetap memberikan kedalaman dan kecanggihan," kata Cathleen. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau