Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini 6 Cara Membuat Rumah Terasa Lebih Bahagia Saat Lebaran

Kompas.com, 16 Maret 2026, 14:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Lebaran, banyak orang ingin menghadirkan suasana rumah yang lebih hangat, nyaman, dan menyenangkan untuk berkumpul bersama keluarga.

Untungnya, menciptakan rumah yang terasa lebih bahagia tidak selalu harus dilakukan dengan renovasi besar atau perubahan yang mahal. Dengan beberapa penyesuaian sederhana, suasana rumah bisa terasa lebih hidup, menyenangkan dan terasa lebih bahagia menjelang Hari Raya.

Baca juga: Mempersiapkan Istana Kuliner, Deep Cleaning Dapur Jelang Lebaran

Dikutip dari laman Southern Living, Senin (16/3/2026), berikut sejumlah hal yang dapat membuat tampilan rumah terasa lebih bahagia untuk menyambut tamu menjelang Lebaran.

Buatlah lebih berwarna

Emily Jiles, desainer interior di Maggie Griffin Design di Gainesville, Georgia, Amerika Serikat (AS), menyarankan untuk memanfaatkan kekuatan psikologi warna untuk memberikan efek pada suasana hati. Cobalah aksen warna-warni untuk mengganti suasana monoton dan netral.

"Jangan takut menggunakan warna. Jika ragu, gunakan kain pelapis yang netral dan tambahkan warna dengan aksen seperti bantal dan aksesori, atau tambahkan karya seni yang menarik dengan sentuhan warna cerah atau kap lampu bermotif agar ruangan tetap menarik," kata Jiles.

Baca juga: Panduan Lengkap Menyiapkan Rumah Menyambut Lebaran

Jiles juga menambahkan bahwa Anda dapat dengan mudah mengganti bagian-bagian tersebut jika berubah pikiran karena risikonya cukup rendah.

Devina Aryanti, principal designer di Studio Interior Devina yang berdomisili di Bintaro, menyebut, tambahan warna pastel seperti dusty pink, biru muda seperti powder blue, dan hijau sage bisa menjadi pilihan menarik untuk menciptakan suasana hangat.

Tambahkan tanaman asli dan bunga segar

Selanjutnya, tidak ada yang menandingi tanaman hias dan bunga sebagai elemen dekorasi hidup. Karena itu, keduanya dapat menambahkan sentuhan ceria pada ruangan mana pun.

Ashley Ayer, desainer interior dari Ashley Ayer Interiors di AS, mengungkapkan bahwa menampilkan bunga tidak perlu selalu menggunakan rangkaian bunga mewah. Memiliki tiga vas bunga kecil yang cantik di meja atau meja dapur sudah cukup untuk menghadirkan kehangatan dan kesegaran di rumah.

Baca juga: 6 Warna Bumi yang Cocok Digunakan di Rumah untuk Menyambut Lebaran

Selain bunga segar, Ifalen Ramadian, arsitek dari Alradista Design yang berasal dari Bekasi, menambahkan bahwa aksen dekoratif tematik seperti cushion cover, runner meja, karpet, lampu dekoratif, atau hiasan bunga bernuansa hangat bisa menjadi pendekatan yang lebih praktis sekaligus tetap menjaga karakter desain rumah yang sudah ada.

Sertakan pusaka keluarga

Barang-barang lama yang diwariskan dari keluarga bisa menghadirkan kehangatan dan cerita tersendiri di dalam rumah yang tidak dapat digantikan, misalnya furnitur antik dengan detail kayu klasik.

Brittany Zimmerman, desainer interior sekaligus pemilik Bleu Bee Design Studio di AS, menyarankan untuk memasukkan pusaka keluarga ke dalam dekorasi rumah sebagai cara menghargai sejarah keluarga.

Baca juga: 6 Warna Bumi yang Cocok Digunakan di Rumah untuk Menyambut Lebaran

“Barang antik atau vintage dari kakek-nenek, orang tua, maupun kerabat dapat dipadukan dengan gaya hidup modern tanpa menghilangkan pesonanya,” kata Zimmerman.

Fokus pada pencahayaan suasana

Menambahkan pencahayaan yang tepat dapat membuat ruangan terasa lebih ramah dan hangat. Namun, pencahayaan terang dari atas dapat langsung merusak suasana. Karena itu, Jiles menyarankan untuk memprioritaskan pencahayaan aksen.

"Menambahkan lampu meja di lemari, meja konsol, atau di samping tempat duduk menciptakan daya tarik yang hangat dan ramah. Gunakan bohlam putih lembut untuk efek ruangan yang hangat dan menciptakan suasana yang mengundang," kata Jiles.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau