Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Tanda Dapur Anda Jadi Sarang Kecoa, Jangan Dianggap Sepele

Kompas.com, 18 Maret 2026, 17:14 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Kehadiran kecoa di dapur sering kali dianggap hal biasa, terutama pada malam hari.

Namun, jika jumlahnya semakin sering terlihat atau muncul pada waktu yang tidak biasa, seperti siang hari, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya sarang kecoa di dalam rumah.

Kecoa dikenal sebagai serangga yang menyukai tempat lembap, hangat, dan gelap, seperti dapur. Jika tidak segera ditangani, mereka dapat berkembang biak dengan cepat dan menimbulkan masalah kebersihan hingga kesehatan.

Tanda Banyak Sarang Kecoa di Dapur

Berikut sejumlah tanda yang menunjukkan bahwa dapur Anda mungkin menjadi tempat berkembangnya kecoa dirangkum dari sejumlah laman perusahaan pest control:

Baca juga: Rumah Banyak Kecoa? Lakukan Cara Ini Agar Mereka Tidak Kembali

1. Kecoa Muncul di Siang Hari

Kecoa merupakan hewan nokturnal yang biasanya aktif di malam hari saat mencari makanan. Oleh karena itu, melihat kecoa berkeliaran di malam hari masih tergolong wajar.

Namun, jika Anda mulai sering melihat kecoa di siang hari, ini bisa menjadi sinyal serius. Kondisi tersebut menandakan populasi kecoa sudah terlalu banyak sehingga mereka "terpaksa" keluar dari sarang meski bukan waktu aktifnya.

2. Menemukan Kotoran atau Cangkang Telur

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah ditemukannya kotoran kecoa yang menyerupai butiran kecil berwarna gelap atau noda hitam di sudut dapur, lemari, maupun dekat sumber makanan.

Selain itu, keberadaan cangkang telur kecoa atau oothecae juga menjadi indikasi kuat. Kecoa tidak bertelur satu per satu, melainkan dalam jumlah banyak dalam satu kapsul telur. Jika Anda menemukannya, besar kemungkinan kecoa sudah berkembang biak secara masif di area tersebut.

Baca juga: Sering Muncul di Kamar Mandi, Kenapa Kecoa Menyukai Tempat Ini?

3. Lingkungan Sekitar Juga Terdampak

Jika tetangga Anda mengeluhkan masalah kecoa, terutama di hunian yang saling berdekatan seperti apartemen, rumah susun, atau rumah berdempetan, Anda juga berisiko mengalami hal serupa.

Kecoa dapat berpindah tempat dengan mudah melalui celah kecil, saluran air, atau pipa. Artinya, meskipun dapur Anda bersih, infestasi dari lingkungan sekitar tetap bisa masuk.

4. Tercium Bau Tidak Sedap yang Khas

Kecoa dalam jumlah besar biasanya mengeluarkan bau khas yang menyengat. Bau ini sering digambarkan seperti campuran aroma lembap, jamur, dan asam yang tidak sedap.

Bau tersebut berasal dari zat kimia yang digunakan kecoa untuk berkomunikasi satu sama lain. Semakin banyak jumlah kecoa, semakin kuat pula bau yang dihasilkan.

Mengetahui tanda-tanda keberadaan sarang kecoa di dapur sangat penting agar Anda bisa segera mengambil tindakan. Membersihkan dapur secara rutin, menutup celah masuk, serta memastikan tidak ada sisa makanan terbuka dapat membantu mencegah infestasi lebih lanjut.

Baca juga: 6 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Kecoa dari Rumah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau