Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 19 Maret 2026, 20:23 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Semut bukan serangga yang paling merusak (dan umumnya bermanfaat bagi ekosistem), tapi keberadaan sarang dan lubangnya dapat menjadi gangguan di taman serta halaman rumah. 

Spesies semut tertentu dapat menjadi agresif ketika diganggu, sarang mereka dapat merusak estetika taman, bahkan menyerang rumah. 

Baca juga: 3 Cara Alami Mengusir Semut di Rumah saat Cuaca Dingin 

Untungnya, ada beberapa cara mudah menghilangkan sarang semut di halaman rumah, dari metode alami hingga solusi kimia.

Dilansir dari The Spruce, Kamis (19/3/2026), berikut sejumlah cara mengusir sarang semut di halaman rumah menurut seorang ahli pengendalian hama profesional. 

Gangguan fisik

Ilustrasi semut.Unsplash/sfkopstein Ilustrasi semut.
Metode paling sederhana mengatasi sarang semut di halaman rumah adalah mengganggu koloni secara fisik sampai semut memutuskan untuk pindah.

Ini dapat mencakup meratakan gundukan, menyapu atau menyekop gundukan, bahkan menggunakan selang taman untuk membanjiri area tersebut.

Ini mungkin membutuhkan sedikit ketekunan, tetapi tidak akan lama sebelum semut memutuskan untuk membuat sarang di tempat lain.

Metode ini paling baik digunakan jika kamu tidak keberatan koloni tersebut pindah karena tujuannya bukan untuk membunuh koloni tersebut.

Air mendidih

Selanjutnya, cara mengusir sarang semut di halaman rumah adalah air mendidih. Menuangkan air mendidih ke gundukan semut adalah solusi bebas bahan kimia lain untuk mengatasi serangga ini.

Ini adalah metode alami yang populer untuk menghilangkan gundukan semut karena terjangkau, tidak memasukkan bahan kimia ke halaman rumah, dan membunuh semut secara instan. 

Baca juga: Bahaya Mengintai Bila Stop Kontak Jadi Sarang Semut 

Namun, menurut Matt Smith, ahli pengendalian hama berlisensi dan pemilik Green Pest Management--sebuah perusahaan pengendalian hama yang berbasis di Amerika Serikat, metode ini juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya jangkauannya cukup terbatas serta tidak dijamin akan membunuh ratu semut.

Artinya, koloni berpotensi membangun kembali koloni di tempat lain. "Akibatnya, kamu mungkin perlu mengulangi proses ini beberapa kali untuk membasmi koloni besar," ucap Smith.

Selain itu, air mendidih mudah merusak tanaman dan rumput di sekitarnya jika dituangkan secara sembarangan.

Tanah diatom

Ilustrasi semut.Unsplash/amit_8 Ilustrasi semut.
Tanah diatom atau DE adalah bubuk halus yang terbuat dari sisa-sisa fosil diatom (organisme air kecil).

Menurut Smith, tanah diatom efektif mengendalikan dan membunuh serangga perayap, seperti semut, karena sifat abrasif diatom, yang menyebabkan dehidrasi dan kematian. 

Baca juga: 5 Cara Ini Efektif Mencegah Semut Masuk ke Laptop

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau