KOMPAS.com - Dari Gunung Kidul, langkah Veda Ega Pratama kini menggema hingga panggung dunia. Veda mencatat sejarah dengan finis ketiga pada Moto3 Brasil 2026. Menjadikannya rider Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix.
Capaian tersebut terasa semakin istimewa karena diraih pada musim debutnya di ajang GP.
Konsistensinya berbuah manis di Brasil, saat ia mampu bersaing di barisan depan hingga garis akhir.
Pencapaiannya mendapat apresiasi luas, termasuk dari Doni Tata Pradita, sosok yang menjadi pelopor pembalap Indonesia di ajang internasional.
Penampilannya bukan sekadar sensasi sesaat tetapi menunjukkan proses belajar yang cepat dalam membaca persaingan di kelas Moto3 yang terkenal ketat.
Baca juga: Veda Ega Percaya Diri Tatap Seri Amerika Usai Podium di Moto3 Brasil 2026
“Untuk mencapai titik podium di kelas dunia sangat susah, belum ada sejarah balap Indonesia mampu menorehkan sampai podium,” ujar pembalap yang terjun di Moto3 tahun 2013 itu kepada Kompas.com.
Tapi Veda bisa tampil cukup kompetitif sejak seri 1 sudah memberi kejutan bisa fight di top "3."
Menurutnya hasil yang diraih Veda Ega di Brasil merupakan buah dari adaptasi yang matang sejak seri pertama.
“Hasil finis ke-5 seri 1 saat di Thailand dan setelah dia memahami karakter peta persaingan lawan di Moto3 jadi sudah bisa menerapkannya di seri kedua sehingga berhasil mendapat podium 3,” imbuhnya.
Baginya, keberhasilan pebalap berusia 17 tahun itu memiliki makna emosional tersendiri.
Sebagai pebalap Indonesia pertama yang menembus ajang dunia, ia melihat lahirnya generasi baru yang mampu melampaui capaian sebelumnya.
Baca juga: Sorotan Media Spanyol Usai Veda Ega Naik Podium di Moto3 2026
“Saya pribadi turut bangga karena Veda Ega berhasil di seri kedua podium 3 di kelas Moto3 Championship. Sangat bangga ada penerus dari Yogya khususnya Wonosari bisa berhasil tampil gemilang di seri kedua di Brasil ini,” tutur Doni Tata.
Ia pun berharap capaian tersebut menjadi pemantik semangat bagi pembalap muda lain di Tanah Air.
“Pesan saya untuk Veda terus berjuang mengharumkan nama Indonesia menjadi pembalap yang hebat mewakili Indonesia khususnya Yogya dan Wonosari. Kita doakan semoga makin sukses dan bisa memberikan motivasi pembalap Indonesia yang lain,” sambungnya.
Yogyakarta, Pusat Lahirnya Talenta, Fasilitas Jadi PR Besar