Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

WIKA Beton Ubah Strategi, Pasar Swasta Jadi Penopang Utama Kinerja

Kompas.com, 31 Maret 2026, 14:09 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika industri konstruksi yang kompetitif.

Perseroan mulai menggeser strategi dengan memperbesar porsi pasar swasta sebagai penopang utama pertumbuhan.

Dikutip dari keterangan resmi, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp 40,02 miliar.

Capaian ini ditopang oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp 3,59 triliun serta perolehan kontrak baru senilai Rp 4 triliun.

Perubahan strategi terlihat dari komposisi pelanggan. Sektor swasta kini mendominasi dengan kontribusi sebesar 54,86 persen, mencerminkan upaya diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan terhadap proyek pemerintah maupun internal grup.

"Langkah diversifikasi ini memperkuat kemandirian korporasi sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proyek penugasan pemerintah atau internal grup," kata Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WIKA Beton, Syailendra Ogan, Selasa (31/03/2026).

Meskipun demikian, sektor infrastruktur masih tetap menjadi kontributor utama pendapatan dengan porsi 55,53 persen. Sementara itu, sektor industri dan kelistrikan turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perseroan.

Perusahaan menilai pergeseran fokus ke pasar swasta menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah ketatnya persaingan industri konstruksi nasional.

Deleveraging Tekan Beban Utang

Di sisi keuangan, WIKA Beton menjalankan strategi deleveraging secara agresif. Langkah ini berdampak pada penurunan total liabilitas sebesar 25,76 persen menjadi Rp 2,60 triliun.

Penurunan tersebut didorong oleh pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp 548,64 miliar serta pengurangan utang jangka panjang. Seiring itu, rasio utang terhadap ekuitas (DER) turun dari 95,15 persen menjadi 70,66 persen pada akhir 2025.

Perbaikan juga terlihat dari likuiditas perusahaan. Rasio lancar meningkat menjadi 130,42 persen, memberikan ruang lebih luas dalam menghadapi dinamika pasar ke depan.

Selain itu, perseroan mencatatkan skor ESG sebesar 71 dari S&P Global, yang menempatkan perusahaan dalam 13 persen terbaik di industri material konstruksi secara global.

"Ke depan, keberadaan WIKA Beton di dalam ekosistem Danantara diharapkan menjadi katalisator tambahan dalam memperkokoh struktur permodalan dan memperluas jangkauan operasional di level internasional," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau