JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 di tengah dinamika industri konstruksi yang kompetitif.
Perseroan mulai menggeser strategi dengan memperbesar porsi pasar swasta sebagai penopang utama pertumbuhan.
Dikutip dari keterangan resmi, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp 40,02 miliar.
Capaian ini ditopang oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp 3,59 triliun serta perolehan kontrak baru senilai Rp 4 triliun.
Perubahan strategi terlihat dari komposisi pelanggan. Sektor swasta kini mendominasi dengan kontribusi sebesar 54,86 persen, mencerminkan upaya diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan terhadap proyek pemerintah maupun internal grup.
"Langkah diversifikasi ini memperkuat kemandirian korporasi sehingga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proyek penugasan pemerintah atau internal grup," kata Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WIKA Beton, Syailendra Ogan, Selasa (31/03/2026).
Meskipun demikian, sektor infrastruktur masih tetap menjadi kontributor utama pendapatan dengan porsi 55,53 persen. Sementara itu, sektor industri dan kelistrikan turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perseroan.
Perusahaan menilai pergeseran fokus ke pasar swasta menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah ketatnya persaingan industri konstruksi nasional.
Di sisi keuangan, WIKA Beton menjalankan strategi deleveraging secara agresif. Langkah ini berdampak pada penurunan total liabilitas sebesar 25,76 persen menjadi Rp 2,60 triliun.
Penurunan tersebut didorong oleh pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp 548,64 miliar serta pengurangan utang jangka panjang. Seiring itu, rasio utang terhadap ekuitas (DER) turun dari 95,15 persen menjadi 70,66 persen pada akhir 2025.
Perbaikan juga terlihat dari likuiditas perusahaan. Rasio lancar meningkat menjadi 130,42 persen, memberikan ruang lebih luas dalam menghadapi dinamika pasar ke depan.
Selain itu, perseroan mencatatkan skor ESG sebesar 71 dari S&P Global, yang menempatkan perusahaan dalam 13 persen terbaik di industri material konstruksi secara global.
"Ke depan, keberadaan WIKA Beton di dalam ekosistem Danantara diharapkan menjadi katalisator tambahan dalam memperkokoh struktur permodalan dan memperluas jangkauan operasional di level internasional," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang