Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Detik-Detik Kematian Bintang di Nebula Mata Kucing, Difoto Hubble dan Euclid

Kompas.com, 16 Maret 2026, 09:03 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Kematian sebuah bintang ternyata tidak selalu berakhir dengan ledakan dahsyat. Sebagian bintang justru “menghembuskan napas terakhirnya” secara perlahan, menciptakan pemandangan kosmik yang spektakuler. Fenomena inilah yang baru-baru ini ditangkap oleh dua teleskop luar angkasa, Hubble dan Euclid, melalui gambar terbaru Nebula Cat’s Eye (NGC 6543).

Foto tersebut menampilkan cincin gas bercahaya berwarna biru, oranye, dan merah yang tampak terdistorsi, seolah-olah melesat menjauh dari sebuah bintang yang sedang sekarat. Di latar belakangnya, terlihat hamparan galaksi dan bintang jauh yang mempertegas keindahan kosmik dari objek ini.

Nebula Cat’s Eye sendiri berada sekitar 4.300 tahun cahaya dari Bumi, di rasi bintang Draco.

Baca juga: Uniknya Nebula Mata Kucing di Konstelasi Draco

Nebula yang Terlihat Tenang, tapi Terbentuk dari Proses Kacau

Sekilas, nebula ini tampak tenang dan indah. Namun para astronom mengingatkan bahwa struktur uniknya terbentuk dari proses yang sangat kompleks.

Nebula ini dibentuk oleh interaksi kacau antara angin bintang yang sangat kuat, lapisan luar bintang yang terlepas, serta semburan jet gas berenergi tinggi. Kombinasi proses inilah yang akhirnya menciptakan pola rumit menyerupai mata kucing.

Cat’s Eye termasuk dalam kategori nebula planetari, yakni awan gas bercahaya yang mengembang akibat bintang bermassa kecil hingga menengah yang mencapai tahap akhir kehidupannya.

Berbeda dengan bintang masif yang mati dalam ledakan supernova, bintang di pusat nebula ini melepaskan lapisan luarnya secara perlahan ke ruang angkasa, membentuk cangkang-cangkang gas yang indah namun kompleks.

Baca juga: Nebula Berbentuk Otak Terungkap dalam Foto Baru Teleskop James Webb

Kolaborasi Dua Teleskop: Hubble dan Euclid

Gambar spektakuler ini merupakan hasil gabungan observasi dari dua teleskop luar angkasa dengan kemampuan berbeda:

  • Hubble Space Telescope: fokus pada detail kecil di pusat nebula
  • Euclid Space Telescope (ESA): menangkap struktur gas yang lebih luas di sekelilingnya

Pendekatan ini memungkinkan para astronom melihat kematian bintang dari dua skala sekaligus.

Euclid memotret nebula menggunakan cahaya tampak dan inframerah dekat. Dari sudut pandang luas ini, terlihat busur-busur gas yang sangat samar serta filamen tipis yang mengelilingi wilayah pusat nebula.

Struktur halus tersebut tampak seperti melayang menjauh ke ruang angkasa. Para astronom menduga gas tersebut terlempar pada fase awal kematian bintang, bahkan sebelum lapisan luar yang membentuk nebula utama dilepaskan.

Sementara itu, Hubble memfokuskan pengamatan pada bagian inti nebula yang terang. Foto close-up memperlihatkan sebuah bintang yang telah mati namun masih bersinar terang, dikelilingi gelembung gas putih dan lengkungan gas berwarna biru.

Dengan menggunakan Advanced Camera for Surveys, Hubble berhasil mengungkap detail yang jauh lebih rumit di pusat nebula, termasuk gelembung gas kompleks dan struktur filamen tipis yang tertanam di dalamnya.

Baca juga: James Webb Rayakan Ulang Tahun ke-3 dengan Foto Spektakuler Nebula Telapak Kucing

Gambar detail nebula Mata Kucing diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA/ESA.NASA/ESA. Gambar detail nebula Mata Kucing diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA/ESA.

“Catatan Fosil” Kematian Bintang

Menurut pernyataan European Space Agency (ESA), detail-detail halus tersebut berfungsi seperti “catatan fosil” dari nebula.

“Detail-detail ini merupakan semacam ‘catatan fosil’ nebula. Setiap gelembung gas mewakili satu episode pelepasan massa dari bintang yang sedang sekarat.”

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau