Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Membuat Hidup Terasa Bermakna? Jawabannya Mungkin Sederhana

Kompas.com, 17 Maret 2026, 08:34 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Earth.com

KOMPAS.com - Banyak orang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengejar sesuatu dalam hidup. Ada yang ingin sukses, ada yang mencari kebahagiaan, sementara yang lain mengejar kenyamanan atau pengakuan.

Namun setelah semua itu tercapai, tidak sedikit yang masih bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar membuat hidup terasa bermakna?

Sejumlah ilmuwan yang mempelajari perilaku manusia kini percaya jawabannya mungkin jauh lebih sederhana dari yang dibayangkan banyak orang. Membantu orang lain—baik dalam cara kecil maupun besar—ternyata menjadi salah satu sumber utama rasa makna dalam hidup.

Baca juga: Pentingnya Kecerdasan Spiritual untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Mengapa Manusia Mencari Makna Hidup?

Sejak zaman kuno, manusia selalu bertanya mengapa kehidupan ada dan apa tujuan dari keberadaan mereka. Pertanyaan ini sudah lama diperdebatkan oleh para filsuf, bahkan sebelum ilmu pengetahuan modern berkembang.

Sebagian filsuf percaya bahwa kehidupan memiliki tujuan mendalam yang harus ditemukan manusia. Namun ada juga yang berpendapat bahwa makna hidup tidak ditemukan, melainkan diciptakan melalui tindakan dan pilihan yang kita ambil.

Saat ini, para psikolog mencoba memahami makna hidup melalui penelitian ilmiah dan data nyata.

Menurut peneliti Joffrey Fuhrer dari University of Eastern Finland, pertanyaan tentang makna hidup bukan hanya masalah filsafat.

“Jika ilmuwan dapat memahami apa yang menciptakan makna hidup, para terapis bisa lebih baik membantu orang yang merasa tersesat atau kosong.”

Dengan kata lain, makna hidup bukan sekadar konsep abstrak. Ia dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan kehidupannya sehari-hari.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang merasa hidupnya bermakna biasanya memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih kuat dan kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Baca juga: Mencari Makna Hidup Lewat Konsep Ikigai

Penelitian tentang Kehidupan yang Bermakna

Untuk memahami hal ini lebih dalam, Fuhrer bekerja sama dengan Florian Cova dari University of Geneva, Swiss. Mereka melakukan sejumlah studi yang melibatkan ratusan partisipan di Amerika Serikat.

Para peserta diminta mengisi survei mengenai berbagai jenis kehidupan manusia. Dalam beberapa eksperimen, mereka juga membaca cerita pendek tentang tokoh fiktif, lalu menilai apakah kehidupan tokoh tersebut terasa bermakna atau tidak.

Salah satu cerita menggambarkan seorang perempuan bernama Amelia.

Amelia memenangkan uang dalam jumlah besar dari undian lotre. Banyak orang mungkin akan menggunakan uang itu untuk membeli kemewahan atau kenyamanan hidup.

Namun Amelia memilih jalan berbeda.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau