Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Megawati Batal Comeback ke Liga Voli Korea, Terungkap Alasannya

Kompas.com, 16 Maret 2026, 21:05 WIB
Thomas Wardana

Penulis

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Atlet bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, tidak akan kembali ke Liga Voli Korea Selatan untuk musim 2026-2027.

Kesempatan Megawati Hangestri Pertiwi kembai ke Liga Voli Korea Selatan sebenarnya terbuka lebar dengan adanya sistem agen bebas kuota Asia yang baru.

Akan tetapi, sang agen pada Senin (16/3/2026) mengatakan jika Megawati secara resmi menolak tawaran kembali ke Negeri Gingseng baru-baru ini.

Mengutip dari Chosun, pevoli berusia 26 tahunini merasa peluang untuk kembali ke Liga Voli Korea musim depan akan terasa sulit.

Baca juga: Megawati Nikmati Tekanan Proliga 2026, Mental Lebih Kuat Usai Berkarier di Luar Negeri

Padahal, Megawati sebelumnya menyatakan komitmen pribadi yang kuat untuk bisa kembali beraksi di Liga Voli Korea Selatan.

Pemain yang familiar disapa Megatron itu merasa sangat kecewa dengan situasi saat ini karena dia sebenarnya sangat berhasrat kembali ke Korea.

Fokus Kesembuhan Cedera Lutut

Alasan dirinya urungkan niat kembali ke Korea Selatan belakangan terungkap. Nyeri lutut yang terus-menerus menjadi penyebabnya.

Megatron berencana untuk fokus pada perawatan medis dan pemulihan setelah Proliga 2026 berakhir.

Mantan penggawa Daejeon JungKwanJang Red Sparks tersebut memilih untuk memprioritaskan karier jangka panjangnya daripada memaksakan diri kembali ke bermain saat ini.

Baca juga: Hasil dan Klasemen Proliga 2026: Megawati dkk Sikat Popsivo 3-0, Kunci Tiga Besar

Perubahan sistem kuota pemain asing Asia menjadi sistem agen bebas mulai musim 2026-2027 mendatang membuat tim-tim yang sangat membutuhkan pemain opposite hitter yang kuat berharap dapat merekrut Megawati untuk musim depan.

Pebola voli Surabaya Bank Jatim Megawati Hangestri Pertiwi (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya usai mencetak poin saat melawan Rajawali 02C pada pertandingan perebutan juara ketiga Livoli Divisi Utama di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (18/10/2025). Surabaya Bank Jatim berhasil menjadi juara ketiga setelah menang atas Rajawali 02C dengan skor 3-0 (25-20, 25-10, 26-24). ANTARA FOTO/Muhammad Mada/foc.ANTARA FOTO/Muhammad Mada Pebola voli Surabaya Bank Jatim Megawati Hangestri Pertiwi (tengah) melakukan selebrasi bersama rekannya usai mencetak poin saat melawan Rajawali 02C pada pertandingan perebutan juara ketiga Livoli Divisi Utama di GOR Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (18/10/2025). Surabaya Bank Jatim berhasil menjadi juara ketiga setelah menang atas Rajawali 02C dengan skor 3-0 (25-20, 25-10, 26-24). ANTARA FOTO/Muhammad Mada/foc.

Megatron menjadi andalan Red Sparks selama musim 2024-2025 dan berduet dengan Vanja Bukilic (Serbia).

Pada musim tersebut, ia menduduki peringkat ke-3 dalam perolehan poin (802 poin) dan ke-1 dalam performa serangan keseluruhan (tingkat keberhasilan 48,06 persen).

Baca juga: Sorotan Media Korsel Usai Megawati Hangestri Bantah Rumor Kembali ke Korea

Meski berhasil membawa Red Sparks ke final, Megawati justru menolak untuk memperbarui kontraknya dan memilih pulang ke Indonesia.

Sempat beredar kabar jika kesehatan ibunya memburuk menjadi alasan ia pulang ke Tanah Air. Namun, ia membantah dan mengatakan jika alasan kembali ke Indonesia untuk memulihkan cedera lutut.

Bertekad Kembali ke Korea Selatan

Meski berstatus bebas transfer, gaji Megawati Hangestri Pertiwi dilaporkan mencapai sekitar 150.000 dolar AS (sekitar Rp2,5 miliar) pada tahun pertama dan meningkat menjadi 170.000 dolar AS (sekitar Rp2,8 miliar) pada tahun kedua.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau