Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Pudel hingga Golden Retriever, Berikut 10 Rekomendasi Ras Anjing Paling Cerdas di Dunia

Kompas.com, 11 Maret 2024, 13:30 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

Mereka energik, bersemangat, dan mudah bosan. Seperti ras border collie, mereka paling bahagia saat ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Ras Anjing Berukuran Kecil yang Menggemaskan untuk Dipelihara

5. Labrador retriever

Anjing Labrador retriever adalah keturunan Anjing St. John dan kerabat Newfoundland, yang memiliki indra penciuman hebat dan kemampuannya membuat penilaian yang baik.

Anjing labrador retriever dikenal karena kemampuan melatih dirinya sendiri. Ia dapat dan ingin belajar dari manusia, bukan dengan diajar, melainkan dengan mengamati dan meniru.

Karena alasan tersebut, ras anjing ini menjadi favorit di kalangan penyandang disabilitas dan salah satu anjing pendukung emosional terbaik.

Baca juga: Alasan Anjing Takut Suara Petir dan Cara Mengatasinya

6. Doberman pinscher

Doberman pinscher adalah ras anjing yang cepat dalam menyerap dan belajar merespons perintah dengan cepat.

Di balik penampilannya yang terlihat mengintimidasi dan galak, terdapat kepribadian yang manis, suka bersenang-senang, dan bersemangat.

Anjing doberman pinscher dibesarkan untuk menjadi anjing pelindung pribadi, membuat ras ini tidak suka berada terlalu jauh dari pemiliknya.

Baca juga: 10 Ras Anjing Termahal di Dunia, Harganya Mencapai Ratusan Juta

7. Shetland sheepdog

Mengutip laman Reader’s Digest, Shetland sheepdog termasuk anjing berukuran kecil namun mampu melakukan segala hal yang dapat dilakukan oleh anjing penggembala yang lebih besar.

Para petani di Kepulauan Shetland, United Kingdom memanfaatkan ras ini untuk melakukan tugas menggembala, termasuk untuk domba, kuda poni, dan unggas.

Anjing Shetland sheepdog sangat bagus dalam mempelajari perintah baru hanya dalam beberapa pengulangan.

Baca juga: 7 Alasan Anjing Menggonggong Tiba-tiba yang Pemilik Wajib Tahu

8. Golden retriever

Golden retriever adalah ras anjing pintar yang cocok untuk menjadi hewan peliharaan keluarga dan teman yang hebat.

Ras ini hebat dalam berburu, mencari, dan menyelamatkan, serta menjadi anjing penolong yang sangat baik bagi orang buta atau cacat.

Golden retriever cerdas dan mudah dilatih, mereka juga bijaksana sehingga membuat mereka lebih stabil dan dapat diandalkan dibandingkan ras anjing lainnya.

Baca juga: Anjing Husky Tidak Cocok Dipelihara di Jakarta yang Panas, Benarkah?

9. Papillon

Dikutip dari laman PetMD, papillon adalah jenis anjing berukuran kecil yang tanggap. Mereka cepat mempelajari sesuatu.

Ras ini juga sangat aktif dan unggul dalam ketangkasan dan kepatuhan. Meski ukurannya kecil, Papillon percaya diri, energik, dan setia menjadi hewan peliharaan keluarga.

Sifat mereka yang penuh kasih sayang dan suka bermain juga menjadikan mereka pilihan populer bagi rumah tangga yang memiliki anak.

Baca juga: Mengapa Anjing Suka Mengubur Tulang?

10. Rottweiler

Rottweiler merupakan jenis anjing bertubuh besar dan kekar yang dikenal karena kesetiaan dan kecerdasannya.

Dengan pelatihan yang tepat, Rottweiler dapat unggul dalam kompetisi kepatuhan dan menjadi sebagai anjing penolong.

Kecerdasan dan sifat atletis mereka membuat mereka cocok untuk keluarga aktif yang dapat memastikan Rottweiler mereka mendapat banyak rangsangan mental dan latihan fisik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Tren
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau