Penulis
Pemerintah sementara Venezuela juga mulai menunjukkan sinyal pelonggaran politik. Dalam dua pekan terakhir, puluhan tahanan politik dibebaskan, termasuk menantu tokoh oposisi Edmundo Gonzalez Urrutia.
Di sisi ekonomi, Rodriguez mengalokasikan 300 juta dollar AS dari hasil penjualan minyak yang dimediasi AS untuk menopang nilai tukar bolivar.
Meski langkah itu sempat menekan harga dollar, para ekonom menilai pemulihan jangka panjang tetap bergantung pada masuknya investasi asing secara berkelanjutan.
Baca juga: AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Haruskah Asia Merasa Terancam?
Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, produksinya merosot drastis dari lebih dari 3 juta barel per hari pada awal 2000-an menjadi sekitar 1,2 juta barel per hari saat ini.
Ketua Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, menegaskan bahwa cadangan minyak yang tidak dimanfaatkan hanya akan menjadi kerugian.
“Setiap hari yang berlalu adalah hari yang hilang untuk memanfaatkan potensi minyak kami,” katanya.
Di tengah perubahan ini, Trump juga meningkatkan tekanan terhadap Kuba, sekutu lama Venezuela.
Ia berjanji akan memutus seluruh pasokan minyak ke negara tersebut. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan telah berbicara dengan Rodriguez dan menyampaikan solidaritasnya.
Langkah Venezuela membuka sektor minyak bagi investor swasta menandai babak baru peta politik dan ekonomi kawasan, sekaligus memperlihatkan besarnya pengaruh Washington pasca-pergantian kekuasaan di Caracas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang