Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lolos ke Piala Asia 2027, Media Vietnam Singgung Skandal Malaysia

Kompas.com, 1 April 2026, 07:42 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media Vietnam menyebut kemenangan Timnas Vietnam 3-1 atas Malaysia sebagai kemenangan meyakinkan selepas skandal tujuh pemain naturalisasi.

Vietnam baru saja memenangi laga grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 atas Malaysia dengan skor 3-1 di Stadion Thien Truong, Ninh Binh, pada hari Rabu (31/3/2026).

Dalam laga grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 ini, Vietnam unggul lebih dulu melalui aksi Do Duy Manh pada menit ke-7 dan dilengkapi dua gol Nguyen Xuan Son pada menit ke-51 dan 59. Sedangkan, Malaysia hanya mampu membalas satu gol melalui penalti Endrick (77').

Media Vietnam kemudian menyebut bahwa kemenangan atas Malaysia bukan hanya formalitas, melainkan hasil terbaik Timnas Vietnam.

Namun, kelolosan Vietnam ini juga dipengaruhi oleh sanksi FIFA kepada Malaysia, usai skandal pemain naturalisasi palsu.

Baca juga: Piala Asia Futsal 2026: Timnas Vietnam Diminta Waspadai Teror Indonesia Arena

Skandal Malaysia Lancarkan Vietnam

Malaysia memainkan tujuh pemain naturalisasi, yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel dalam dua laga kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal dan  Vietnam.

Dalam laga melawan Nepal yang digelar di Stadion Iskandar Puteri, Johor, Malaysia memenangkan laga dengan skor 2-0 pada (25/3/2026).

Malaysia juga meraih kemenangan dengan skor 4-0 dari Vietnam dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 yang digelar di Stadion Bukit Jalil pada (10/6/2026).

Selepas investigasi yang dilakukan oleh FIFA, FAM dan tujuh pemain naturalisasi terbukti melakukan pemalsuan data.

Akibatnya, FIFA mmeberikan hukuman kepada tujuh pemain dengan denda 2000 CHF atau senilai Rp. 41,8 juta dan larangan bermain 12 bulan.

Baca juga: Agen Pelatih Timnas Vietnam Ingin Boyong Nguyen Xuan Son ke Liga Korea Selatan

Vietnam dikabarkan menjadi pihak yang melakukan protes resmi, seperti diungkap oleh Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John.

Pujian Media Vietnam

Media Vietnam, Soha kemudian menyebut bahwa kemenangan meyakinkan atas Malaysia menunjukkan keunggulan Vietnam sebagai salah satu kekuatan sepak bola ASEAN.

Selain itu, Soha juga menyebut bahwa di luar skandal tujuh pemain naturalisasi yang melibatkan Malaysia, Timnas Vietnam lebih unggul dari tetangganya tersebut.

"Secara teori, pertandingan ini tidak lagi memiliki arti penting terkait kualifikasi. Vietnam telah mengamankan tempat mereka di Piala Asia 2027.

"Sementara Malaysia tersingkir setelah mengalami dua kekalahan beruntun karena menggunakan pemain yang tidak memenuhi syarat."

Baca juga: Demi Keberlanjutan, Timnas Vietnam Disarankan Turunkan Tim U18 di SEA Games Thailand

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau