BULELENG, KOMPAS.com — Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng merelokasi anak-anak penghuni panti asuhan di Kecamatan Sawan ke rumah aman.
“Langkah awal, kami amankan dulu di rumah aman Dinsos P3A agar pemeriksaan lebih mudah. Anak-anak juga kami dampingi oleh psikolog supaya kondisi psikisnya bisa lebih stabil,” kata Kepala Dinsos P3A Buleleng Putu Kariaman Putra, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Kasus Kekerasan Panti Asuhan Buleleng, Polisi: Korban 7 Anak, Kemungkinan Bertambah
Relokasi dilakukan setelah mencuatnya dugaan kekerasan terhadap anak di panti tersebut.
Selain untuk pemulihan kondisi psikis, pemindahan juga bertujuan memudahkan proses pendampingan dan pemeriksaan.
Dari total 31 anak yang tinggal di panti, sebanyak delapan anak telah melapor dan menjalani pemeriksaan.
Seluruhnya mengaku mengalami kekerasan, sementara sebagian di antaranya juga mengaku mengalami kekerasan seksual.
Sebagian korban telah menjalani pemeriksaan medis yang menunjukkan adanya indikasi kekerasan.
Menurut Kariaman, kasus ini terungkap setelah salah satu anak berani bercerita kepada keluarganya.
“Kalau tidak dibantu oleh keluarganya untuk melapor, kemungkinan kasus ini akan terus tertutup dan bisa menambah korban lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Visum 8 Anak Korban Kekerasan Panti Asuhan di Buleleng, Ada Luka Fisik dan Kekerasan Seksual
Seiring proses hukum yang berjalan di Polres Buleleng, Dinsos menunggu surat resmi penetapan status tersangka pemilik panti berinisial JMW.
Penetapan tersebut akan menjadi dasar untuk mengajukan rekomendasi pembekuan operasional panti sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami sedang mempersiapkan surat pembekuan. Begitu status penetapan keluar, itu menjadi dasar kami untuk bersurat terkait penghentian sementara hingga pembekuan,” kata Kariaman.
Dinsos juga menyiapkan skema relokasi bagi seluruh anak di panti tersebut.
Langkah ini akan melibatkan keluarga masing-masing anak untuk menentukan pengasuhan selanjutnya.
“Ada dua pilihan, apakah anak dikembalikan ke keluarga atau tetap diasuh di panti lain yang lebih layak,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang