Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rangka Mobil Bekas Tabrakan Berat Sulit Kembali Presisi

Kompas.com, 31 Maret 2026, 10:42 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli mobil bekas tidak cukup hanya melihat tampilan luar yang masih mulus.

Salah satu hal krusial yang sering luput dari perhatian adalah kondisi rangka atau struktur utama kendaraan, terutama jika mobil pernah mengalami tabrakan besar.

Baca juga: Mobil Pakai BBM Basi? Ini Dampak dan Risikonya

Menurut Fernandes dari Otospector, rangka mobil yang sudah tidak presisi akibat benturan keras umumnya sulit dikembalikan ke kondisi semula.

Bahkan, kerusakan ini bisa berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.

“Kalau sudah kena di bagian struktur seperti panel cowl atau apron, itu tandanya benturannya cukup keras dan bisa mengganggu fungsi kendaraan,” kata Fernandes kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Deretan mobil bekas di Bengkel Cak Tris KlatenKompas.com/Erwin Setiawan Deretan mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten

Ia menjelaskan, panel cowl merupakan bagian yang berada di belakang mesin dan berfungsi sebagai pemisah antara ruang mesin dan kabin.

Jika bagian ini terdampak, besar kemungkinan mesin sempat terdorong ke belakang hingga memengaruhi dudukannya.

Ilustrasi proses penyetelan sasis mobil yang ringsek akibat tabrakanCellete doc. Ilustrasi proses penyetelan sasis mobil yang ringsek akibat tabrakan

“Dampaknya bisa permanen, karena dudukan mesin berubah dan mesin tidak lagi stabil saat bekerja,” ujar Fernandes.

Selain itu, bagian apron yang menjadi dudukan shockbreaker juga perlu diperhatikan.

Jika apron sudah mengalami perbaikan akibat benturan, maka sudut kaki-kaki mobil berpotensi berubah dan sulit dikembalikan presisi meski sudah dilakukan spooring.

Baca juga: Ketahui Ciri dan Batas Aman Kampas Rem Aus

“Kalau apron sudah kena, biasanya mobil jadi tidak stabil. Mau disetel seperti apa pun, hasilnya tidak akan kembali seperti standar pabrik,” kata Fernandes.

Tak hanya di bagian depan, kerusakan struktur juga bisa terjadi di sisi samping, terutama pada pilar A, B, atau C. Ciri yang paling mudah dikenali adalah adanya bekas las, dempul tebal, atau bentuk yang tidak lagi simetris.

“Kalau pilar sudah pernah diperbaiki, biasanya pintu jadi tidak presisi, bisa muncul suara angin saat melaju, bahkan berpotensi bocor saat hujan,” ujar Fernandes.

Fernandes menegaskan, calon pembeli sebaiknya menghindari mobil dengan kerusakan struktur berat.

Sebab, selain sulit diperbaiki, kondisi tersebut juga bisa menurunkan tingkat keselamatan saat mobil digunakan.

“Lebih baik cari unit lain yang strukturnya masih utuh, karena rangka itu fondasi utama kendaraan,” kata Fernandes.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau