PADANG PANJANG, KOMPAS.com — Penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di jalur Padang–Bukittinggi via Lembah Anai pada arus balik Lebaran 2026 menuai sorotan dari pengguna jalan.
Ketidakkonsistenan kebijakan di lapangan dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan panjang yang membuat waktu tempuh perjalanan meningkat drastis.
Kepadatan kendaraan sudah mulai terasa sejak Minggu (22/3/2026) pagi. Di kawasan Kayu Tanam, antrean kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang terpantau mengular pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Kemacetan dipicu antrean kendaraan di exit Tol Padang–Sicincin yang menjadi titik temu arus kendaraan dari tol dan jalur utama.
Baca juga: One Way dari Puncak ke Jakarta Berlaku Siang Ini, Polisi Minta Wisatawan Patuhi Rekayasa Lalin
Memasuki siang hari, sekitar pukul 12.35 WIB, volume kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi semakin meningkat. Antrean kendaraan bahkan sudah terasa sejak keluar tol Sicincin hingga ke Kayu Tanam.
Pada waktu yang sama, sistem one way yang dijadwalkan mulai berlaku belum berjalan sepenuhnya.
Sejumlah kendaraan dari arah Bukittinggi masih terlihat melintas ke arah Padang, sehingga arus lalu lintas masih berlangsung dua arah. Kondisi ini memicu kebingungan di kalangan pengguna jalan.
Kemacetan terus berlanjut hingga sore hari. Di kawasan Kota Padang Panjang, antrean kendaraan terpantau mengular dari Simpang Pasar Kuliner hingga Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar, sekitar pukul 14.45 WIB.
Baca juga: One Way di Tol Cipali Akan Dimulai Sore ini, Diberlakukan Hingga Hari Minggu
Kepadatan juga terjadi di sejumlah titik lain, seperti dari Silaing Bawah menuju Simpang Padang, pendakian Bukit Surungan, hingga kawasan Panyalaian.
Bahkan pada pukul 15.25 WIB, arus kendaraan di sekitar Terminal Padang Panjang terpantau padat merayap, didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang bergerak perlahan menuju arah Bukittinggi.
Salah seorang pemudik, Ayhen Pratiwi (30), mengaku merasakan langsung dampak kemacetan tersebut. Ia berangkat dari Padang menuju Bukittinggi pada Senin (23/3/2026) pukul 10.00 WIB bersama keluarga.
“Kami berangkat dua mobil, masing-masing delapan orang. Kena macet dari keluar tol sampai Koto Baru Padang Panjang. Total perjalanan sampai Bukittinggi itu lima setengah jam,” kata Ayhen.
Baca juga: Libur Lebaran, Pantai Panjang Bengkulu Dipadati Pengunjung, One Way Diberlakukan
Menurut dia, lamanya perjalanan tidak hanya disebabkan oleh volume kendaraan, tetapi juga karena penerapan one way yang tidak sesuai dengan informasi yang diterima masyarakat.
“Kami sudah menyesuaikan jadwal karena ada info one way. Tapi di jalan malah dua arah. Ini yang bikin macetnya makin parah dan kita jadi bingung,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, rencana perjalanan keluarganya pun berubah.