Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

One Way Lembah Anai Dinilai Tak Konsisten, Pemudik Tempuh Padang–Bukittinggi hingga 5 Jam

Kompas.com, 23 Maret 2026, 15:40 WIB
Dharma Harisa,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

PADANG PANJANG, KOMPAS.com — Penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di jalur Padang–Bukittinggi via Lembah Anai pada arus balik Lebaran 2026 menuai sorotan dari pengguna jalan.

Ketidakkonsistenan kebijakan di lapangan dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan panjang yang membuat waktu tempuh perjalanan meningkat drastis.

Kepadatan kendaraan sudah mulai terasa sejak Minggu (22/3/2026) pagi. Di kawasan Kayu Tanam, antrean kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang terpantau mengular pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Kemacetan dipicu antrean kendaraan di exit Tol Padang–Sicincin yang menjadi titik temu arus kendaraan dari tol dan jalur utama.

Baca juga: One Way dari Puncak ke Jakarta Berlaku Siang Ini, Polisi Minta Wisatawan Patuhi Rekayasa Lalin

Memasuki siang hari, sekitar pukul 12.35 WIB, volume kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi semakin meningkat. Antrean kendaraan bahkan sudah terasa sejak keluar tol Sicincin hingga ke Kayu Tanam.

Pada waktu yang sama, sistem one way yang dijadwalkan mulai berlaku belum berjalan sepenuhnya.

Sejumlah kendaraan dari arah Bukittinggi masih terlihat melintas ke arah Padang, sehingga arus lalu lintas masih berlangsung dua arah. Kondisi ini memicu kebingungan di kalangan pengguna jalan.

Kemacetan terus berlanjut hingga sore hari. Di kawasan Kota Padang Panjang, antrean kendaraan terpantau mengular dari Simpang Pasar Kuliner hingga Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar, sekitar pukul 14.45 WIB.

Baca juga: One Way di Tol Cipali Akan Dimulai Sore ini, Diberlakukan Hingga Hari Minggu

Kepadatan juga terjadi di sejumlah titik lain, seperti dari Silaing Bawah menuju Simpang Padang, pendakian Bukit Surungan, hingga kawasan Panyalaian.

Bahkan pada pukul 15.25 WIB, arus kendaraan di sekitar Terminal Padang Panjang terpantau padat merayap, didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang bergerak perlahan menuju arah Bukittinggi.

Salah seorang pemudik, Ayhen Pratiwi (30), mengaku merasakan langsung dampak kemacetan tersebut. Ia berangkat dari Padang menuju Bukittinggi pada Senin (23/3/2026) pukul 10.00 WIB bersama keluarga.

“Kami berangkat dua mobil, masing-masing delapan orang. Kena macet dari keluar tol sampai Koto Baru Padang Panjang. Total perjalanan sampai Bukittinggi itu lima setengah jam,” kata Ayhen.

Baca juga: Libur Lebaran, Pantai Panjang Bengkulu Dipadati Pengunjung, One Way Diberlakukan

Menurut dia, lamanya perjalanan tidak hanya disebabkan oleh volume kendaraan, tetapi juga karena penerapan one way yang tidak sesuai dengan informasi yang diterima masyarakat.

“Kami sudah menyesuaikan jadwal karena ada info one way. Tapi di jalan malah dua arah. Ini yang bikin macetnya makin parah dan kita jadi bingung,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, rencana perjalanan keluarganya pun berubah.

Halaman:


Terkini Lainnya
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Regional
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
Regional
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
One Way Lembah Anai Dinilai Tak Konsisten, Pemudik Tempuh Padang–Bukittinggi hingga 5 Jam
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat