Editor
CANBERRA, KOMPAS.com - Kapten kapal penangkap ikan asal Indonesia dipenjara setelah pihak berwenang menemukan hampir dua ton teripang hasil tangkapan ilegal di Australia.
Kapal yang tersembunyi di hutan bakau sebuah anak sungai di dekat Sungai Escape, di Semenanjung Cape York awal bulan ini ditemukan oleh Petugas Pasukan Perbatasan Australia.
Pihak berwenang menyita sekitar 1.950 kilogram teripang, sekaligus berbagai peralatan penangkapan ikan.
Baca juga: 6 WNI Ditangkap Saat Masuki Singapura secara Ilegal, Hendak Cari Kerja Tanpa Izin
Sang kapten dijatuhi hukuman dua bulan penjara setelah mengaku bersalah di Pengadilan Lokal Darwin atas penangkapan ikan ilegal di perairan Australia.
Ia pernah terdeteksi masuk secara ilegal ke perairan Australia sekali sebelumnya, kata Komando Perbatasan Maritim dalam sebuah pernyataan.
Enam awak kapal lainnya juga mengaku bersalah atas pelanggaran Undang-Undang Pengelolaan Perikanan federal dan diberi jaminan untuk berperilaku baik.
Mereka semua akan dipulangkan ke Indonesia oleh Pasukan Perbatasan, dengan kapten kapal akan dikeluarkan dari negara itu setelah menjalani hukuman penjara.
Peternak mutiara Rusty Tully memberi tahu pihak berwenang tentang kapal asing tersebut setelah melihat para nelayan "berdiri dengan air setinggi lutut, mencari teripang, seperti yang dikenal sebagai beche-de-mer."
Nelayan veteran Cairns, Dave McAtamney, mengatakan, teripang bisa dijual hingga 50.000 dollar Australia (sekitar Rp 550 juta) per ton.
"Apakah mereka mendapatkan sebanyak itu, siapa yang tahu?" katanya.
"Mereka tidak akan mendapatkan harga pasar.
"Pada akhirnya, mereka hanya mencoba untuk bertahan hidup."
Baca juga: Genosida dan Arogansi Anarkis Tak Lagi Ilegal: Gaza, Venezuela, dan Akhir Tata Dunia
McAtamney, yang telah berkecimpung dalam bisnis perikanan komersial selama lebih dari 40 tahun, mengatakan bahwa teripang, atau beche-de-mer, adalah "makanan tradisional" yang sangat dicari di China.
"(Ini) salah satu dari lima besar, atau tujuh besar, di piring bersama dengan abalone, lobster hidup, dan sirip hiu," katanya.
"Jika ada makan malam spesial atau jamuan makan spesial, inilah yang akan muncul di menu."