Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Tanaman Hias Menggunakan Media Air dan Botol Kaca

Kompas.com, 28 Mei 2021, 12:45 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak selalu di pot dan menggunakan media tanam tanah, menanam tanaman hias juga bisa menggunakan air yang dimasukkan di botol kaca.

Selain solusi yang bagus untuk rumah dengan luasan terbatas, tanaman hias yang diletakkan di dalam pot kaca juga bisa menjadi sebuah elemen dekorasi di dalam ruangan. 

Baca juga: Jangan Asal, Ini Waktu dan Cara Menyiram Tanaman yang Benar

Dilansir dari Gardeningknowhow, Jumat (28/5/2021), menanam tanaman menggunakan media air, baik tanaman hias maupun tanaman herbal, dalam ruangan adalah aktivitas yang bagus untuk penanam pemula.

Selain itu, metode menanam tanaman seperti ini juga minim perawatan serta tahan terhadap penyakit dan hama. 

Baca juga: Antibusuk, Ini 5 Cara Menanam Sirih Gading dengan Media Air

Ada banyak tanaman tumbuh dengan mudah di air sehingga sebagian orang memilih menggunakan teknik ini. Caranya, hanya menggunakan wadah botol kaca yang diletakkan di beberapa sudut rumah, salah satunya di ambang jendela.

Menanam tanaman dengan teknik ini juga memungkinkan pengaturan yang lebih fleksibel dan dapat dapat dilakukan menggunakan jenis wadah apa pun. 

Baca juga: Begini Cara Menanam Tanaman dengan Media Air

Namun, hal yang harus diingat adalah pertumbuhan tanaman dengan teknik air ini lebih lambat daripada menanam di tanah.

Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena tanaman air ini akan tetap bisa tumbuh subur untuk jangka waktu yang lama di dalam ruangan. 

Baca juga: 5 Pilihan Tanaman Hias yang Bisa Hidup dengan Media Air

Jenis wadah dan cara menanam 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika menanam tanaman menggunakan air dapat dilakukan menggunakan hampir semua wadah.

Botol kaca adalah salah satu pilihan yang umum digunakan orang. Namun, sebetulnya sebagian wadah kedap air dapat digunakan, kecuali yang ditempa dari tembaga, kuningan, atau timah. 

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Cara Memberi Pupuk NPK untuk Tanaman

Wadah logam dapat menimbulkan korosi saat bereaksi terhadap pupuk dan menyebabkan kerusakan tanaman. Selain itu, wadah yang gelap atau buram akan membantu mencegah pembentukan alga.

Setelah menentukan jenis wadah yang digunakan, isi wadah dengan tiga perempat busa toko bunga, kemudian tambahkan sedikit bubuk atau sedikit arang untuk menjaga air tetap bersih dan berbau. 

Baca juga: Mengenal Jamur Jakaba, Pupuk Organik Cair yang Bermanfaat bagi Tanaman

Terakhir, campurkan air dan pupuk menggunakan pupuk yang larut dalam air dengan takaran seperempat dari rekomendasi pabrik agar memenuhi nutrisi tanaman.

Tanaman yang menggantung atau merambat dari stek sering kali paling mudah berakar di lingkungan air, tetapi tanaman yang telah berakar juga dapat digunakan. 

Baca juga: Cara Membasmi Hama pada Tanaman Cabai dengan Puntung Rokok

Untuk memindahkannya ke dalam wadah air, cuci semua tanaman dari tanah, kemudian potong daun atau batang yang membusuk atau mati, dan masukkan ke wadah berisi air.

Demi terbebas dari pertumbuhan alga, ganti air setiap enam minggu sekali dan hindari penggunaan wadah gelap serta tidak tembus cahaya. 

Baca juga: Cara Memilih dan Menyebarkan Mulsa yang Tepat untuk Tanaman

Beberapa tanaman hias yang bisa ditanam dengan media air, di antaranya aglaonemas, dumbcane (Dieffenbachia), english ivy, philodendron, moses-in-a-cradle (Rhoeo), pothoss, wax plant, arrowhead, juga inch plant

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau