Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garam Bisa Mengusir Ular dari Rumah, Mitos atau Fakta?

Kompas.com, 10 Juni 2021, 19:45 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ular yang masuk ke rumah merupakan hal mengerikan dan tentunya tidak pernah diharapkan siapa pun. Sayangnya, hal ini tidak bisa diduga dan sulit dihindari.

Dibanding kecoak, cicak, dan tikus, keberadaan ular di rumah bisa mengancam keselamatan penghuni rumah.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan bila Menemukan Ular di Dalam Rumah?

Namun, banyak orang berpendapat garam dapat mengusir ular dari rumah. Hal ini dianggap karena garam dapat membuat ular kepanasan seperti terbakar dan akhirnya pergi dari rumah.

Lantas, benarkah garam mampu mengusir ular dari dalam rumah? Apakah ini fakta atau mitos?

"Kita pernah me-rescue (menyelamatkan) ular di dalam rumah dan ternyata di rumah itu sudah banyak (ditaruh) garam di pojokan ruangan. Mending garamnya dipakai masak saja," jelas Panji Petualang dikutip dari kanal YouTube Panji Petualang TV, Kamis (10/6/2021).

Menurut Panji, keterkaitan garam yang akan memberi efek buruk pada ular hanyalah mitos belaka yang sudah lama ada. Bahkan mitos tersebut masih terus diyakini sebagai besar orang dan sulit dihilangkan hingga saat ini.  

Baca juga: Tanda-tanda Hewan Peliharaan Digigit Ular

Untuk membuktian hal itu, Panji pun melakukan percobaan dengan meletakkan seekor ular sanca ke dalam kotak boks yang ditaburi garam.

Walhasil, ular sanca yang ada di dalam kotak boks tersebut tidak bereaksi apa pun dan tetap tenang seperti tidak terjadi apa-apa. "Bisa disimpulkan ini (garam) enggak berpengaruh sama sekali untuk si ular," ungkap Panji. 

Baca juga: Daftar Tanaman yang Ditakuti Ular

Menurut Panji, garam memang bisa berpengaruh dan membunuh hewan, tapi bukan ular. Beberapa hewan yang bisa mati terkena garam adalah hewan berlendir yang sekujur tubuhnya mengandung cairan yang banyak seperti siput, cacing, bekicot, lintah, hingga lele. 

Tubuh ular tidaklah berlendir, tetapi bersisik. Sisik ular bahannya seperti kuku pada manusia yang terbuat dari keratin. 

Baca juga: 6 Manfaat Bawang Merah, Hilangkan Bau Cat hingga Mengusir Ular

"Kalau misalkan hewan berlendir tubuhnya diberikan garam, otomatis cairan tersebut akan keluar dari tubuhnya dan terkontaminasi dengan garam sehingga bisa mengakibatkan kematian dan rasa perih pada si hewan," ucap Panji.

Jadi, apabila ada ular yang masuk ke rumah, jangan pernah ditaburkan atau dilemparkan garam karena hal tersebut akan sia-sia. 

Baca juga: Simak, Cara Mengusir Ular dari Rumah 

Sebaiknya panggil pihak berwenang seperti pemadam kebakaran atau pawang ular yang mampu menjinakkan ular yang masuk ke rumah. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau