Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Cara Menjaga Talenan Kayu agar Tidak Mudah Rusak dan Bebas Bau

Kompas.com, 19 Oktober 2021, 20:47 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Talenan kayu telah menjadi wadah pemotong aneka buah, daging, dan bumbu favorit karena memiliki daya tahan serta estetikanya yang indah.

Namun, karena talenan kayu menahan air lebih banyak daripada talenan plastik, hal ini bisa membuat talenan kayu cenderung menyerap bau dan mengakibatkan kerusakan. 

Baca juga: Simak, Ini Cara Membersihkan Talenan Kayu untuk Daging

Tarek Alame dan Tiffany Yu, pendiri perusahaan talenan Sonder LA, memberika tips menjaga bentuk talenan kayu dan mencegah bau,

Dilansir dari Mind Body Green, Selasa (19/10/2021), berikut ini lima cara menjaga talenan kayu agar tidak mudah rusak dan bebas bau.

Hindari pisau bergerigi

Alame dan Yu menjelaskan, pisau bergerigi yang digunakan untuk memotong roti akan sangat memukul talenan kayu. Desain pisau bergerigi yang mirip dengan gergaji akan memotong kayu sangat dalam serta merobek serat kayu.

Jika menggunakan pisau bergerigi, sebaiknya memakai talenan plastik. 

Baca juga: Cara Membersihkan Talenan Kayu dengan Lemon agar Tahan Lama

Selalu cuci kedua sisi papan

Karena papan kayu akan menyerap air, kamu perlu mencuci kedua sisi talenan sekali pun hanya memotong di satu sisi saja.

"Ini akan memungkinkan penyerapan air yang merata, yang menjaga serat kayu lebih menetap," ucap keduanya.   

Baca juga: Cara Membersihkan Talenan Kayu agar Terbebas dari Kuman

Cuci secepatnya

Berbicara tentang mencuci talenan kayu, kamu pasti ingin mengatasinya sesegera mungkin, terutama saat digunakan memotong sesuatu yang bau atau mentah seperti daging, ikan, bawang putih, dan sebagainya.

Alame dan Yu mengatakan semakin cepatmencuci, semakin baik menghindari bau yang tertinggal. 

Baca juga: Benarkah Talenan Kayu Lebih Aman dari Serangan Bakteri?

Hilangkan bau dengan lemon dan garam

Jika ada bau yang tertinggal pada talenan kayu milik, cukup ambil lemon dan garam.

"Taburkan garam kasar secara bebas di atas talenan kayu, lalu iris lemon menjadi dua bgaian, dan gunakan untuk menggosok garam ke talenan kayu," jelas Alame dan Yu. 

Baca juga: 4 Bahan yang Ampuh Bersihkan Talenan Kayu dari Bakteri, Bau, dan Noda

Gunakan baking soda sebagai opsi cadangan

Bila lemon dan garam tidak berhasil menghilangkan bau, ada kemungkinan baunya akan hilang dengan sendirinya saat mengering.

Namun, untuk menghilangkan bau yang membandel, gosok talenan kayu yang bau dengan pasta baking soda kue dan spons atau sikat gigi.

Kamu dapat membuat pasta dengan mencampurkan tiga bagian baking soda dengan satu bagian air.

"Bau yang tertinggal pada permukaan talenan kayu sering kali disebabkan asam organik yang lemah. Baking soda menetralkan asam seperti itu dan menghilangkan baunya," tutup keduanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau