Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Warna Cat Dapur yang Diprediksi Jadi Tren di Tahun 2025

Kompas.com, 13 Desember 2024, 07:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Dapur berwarna putih hangat dan netral klasik memang selalu menjadi pilihan utama. Tetapi, di tahun 2025 mendatang, tren desain interior menunjukkan perubahan signifikan menuju warna-warna yang lebih berani dan ekspresif.

Tren tersebut menjadikan dapur tidak hanya sebagai ruang fungsional, tetapi juga cerminan kepribadian pemilik rumah.

Mengutip House Beautiful, berikut adalah lima warna cat dapur yang diprediksi akan jadi tren di tahun 2025.

Baca juga: 4 Warna Cat yang Tidak Boleh Digunakan di Kamar Mandi

Bold yellow: sentuhan vintage yang berani

ilustrasi dapur berwarna kuning cerahShutterstock/Sunshower Shots ilustrasi dapur berwarna kuning cerah

Warna kuning cerah yang terinspirasi dari estetika tahun 70-an mulai mendapatkan tempat di dapur modern. Warna ini menciptakan suasana yang energik dan ceria, terutama ketika diaplikasikan pada elemen seperti lemari atau perabot dapur lainnya.

Selain itu, warna kuning ini cocok dipadukan dengan elemen netral untuk memberikan keseimbangan visual.

Menurut desainer interior Galey Alix, para pemilik rumah kini semakin berani mengambil risiko dengan mengadopsi warna mencolok pada bagian dapur yang signifikan, seperti lemari dapur.

Baca juga: 5 Warna Cat yang Membuat Kamar Tidur Lebih Mewah

Hijau zaitun: nuansa alam yang menenangkan

Hijau zaitun dan hijau sage kembali menjadi primadona, menggantikan dominasi dapur serba putih. Warna ini menciptakan suasana yang menenangkan dan berkelas, serta mampu membawa elemen alam ke dalam rumah.

Desainer Janelle B. Photopoulos dari Blakely Interior Design menyebutkan bahwa tren penggunaan warna hijau zaitun mencerminkan keinginan untuk mengekspresikan kepribadian melalui warna tanpa mengorbankan kehangatan dan kenyamanan.

Kayu alami: kesan alami yang hangat

Ilustrasi dapur minimalis, Ilustrasi dapur modern.SHUTTERSTOCK/ImageFlow Ilustrasi dapur minimalis, Ilustrasi dapur modern.

Material kayu dengan serat alami kini semakin populer di dapur modern. Tidak hanya untuk furnitur, elemen kayu kini sudah banyak digunakan pada kusen pintu, panel dinding, lemari dapur, hingga meja dapur.

Baca juga: 5 Warna Cat Kamar yang Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Warna kayu alami banyak digemari karena dapat memberikan kesan hangat, mewah, namun tetap minimalis dan rapi di ruangan.

Menurut Linette Dai, desainer dari Linette Dai Design, penggunaan elemen kayu di dapur dapat memberikan karakter yang unik dan menonjolkan keindahan alami yang tidak akan pernah ketinggalan zaman.

Moody monochrome: warna gelap yang elegan

Nuansa gelap seperti green forest dan bahkan hitam pekat akan menjadi tren besar di tahun 2025. Warna-warna ini menciptakan suasana yang intim dan dramatis, sekaligus memberikan kesan modern dan mewah.

Desainer Stephanie Wiott dari Stephanie Wiott Designs menjelaskan bahwa penggunaan palet warna pekat ini memungkinkan tekstur untuk tampil menonjol, sekaligus menciptakan harmoni visual yang menarik.

Baca juga: Jangan Gunakan 5 Warna Cat Ini untuk Dinding Luar Rumah

Sophisticated blue: modern yang elegan

Ilustrasi dapur dengan nuansa warna biru tua. SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi dapur dengan nuansa warna biru tua.

Warna biru kalem yang menenangkan juga diprediksi menjadi favorit di tahun 2025. Warna ini menghadirkan kesan elegan dan bersahaja, terutama jika dipadukan dengan material, seperti marmer, atau aksen hitam.

Menurut Elizabeth Mollen dari Stone Textile Studio, biru kalem menciptakan keseimbangan sempurna antara gaya modern dan sentuhan klasik. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk dapur yang nyaman sekaligus mewah.

Jadi, jika kamu ingin bereksperimen dengan warna gelap. Warna biru yang elegan ini bisa kamu coba karena selain memberikan estetika yang menarik, warna ini juga mencerminkan karakter pemilik rumah.

Baca juga: 6 Warna Cat Terbaik untuk Ruang Cuci Baju

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau