Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Bahan Pembersih yang Tidak Boleh Dicampur, Bahaya

Kompas.com, 10 Desember 2024, 09:22 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk pembersih rumah tangga memudahkan kegiatan membersihkan berbagai area dan permukaan di rumah.

Dengan produk pembersih ini, dapat menggosok serta menghilangkan kotoran dengan mudah. 

Baca juga: Kerap Diabaikan, 5 Alat Pembersih Rumah Ini Perlu Dibersihkan Rutin

Namun, ada beberapa noda atau kotoran membandel yang sulit dibersihkan atau dihilangkan sehingga membuat kita berpikir untuk mencampurkan beberapa produk pembersih agar meningkatkan daya pembersihkan serta menghilangkan noda lebih maksimal.

Akan tetapi, tidak semua bahan pembersih dapat dicampur karena mencampurnya dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan dan merusak permukaan yang dibersihkan.

Maka itu, penting mengetahui produk pembersih apa saja yang tidak boleh dicampur demi keamanan. 

Nah, dilansir dari Good Housekeeping, Selasa (10/12/2024), berikut sejumlah bahan pembersih yang tidak boleh dicampur.

Pemutih dan cuka

Ilustrasi cuka. SHUTTERSTOCK/KAI KEISUKE Ilustrasi cuka.
Pemutih dan cuka adalah dua produk pembersih berbahan alami yang ampuh membersihkan noda pada kain.

Namun, keduanya tidak boleh dicampur karena dapat menimbulkan risiko buruk bagi kesehatan.

Carolyn Forté, Direktur Eksekutif Good Housekeeping Institute Home Care & Cleaning Lab--laboratorium uji coba produk rumah tangga di Manhattan, Amerika Serikat (AS)--mengatakan  mencampur pemutih dan cuka dapat menghasilkan gas klorin, bahkan pada kadar rendah, dapat menyebabkan batuk, masalah pernapasan, dan mata perih serta berair. 

Baca juga: Cara Membuat Semprotan Pembersih Debu dengan Bahan-bahan Sederhana

Pemutih dan amonia

Selanjutnya, bahan pembersih yang tidak boleh dicampur adalah pemutih dan amonia. Mencampur pemutih dan amonia dapat menghasilkan gas beracun yang disebut kloramina, yang dapat membahayakan kesehatan.

"Gas ini menyebabkan gejala yang sama, seperti pemutih dan cuka— disertai sesak napas dan nyeri dada," ucap Forté.

Biasanya, produk pembersih kaca mengandung amonia sehingga jangan mencampurkannya dengan pemutih.

Pemutih dan alkohol gosok

Meski pemutih dan alkohol gosok adalah dua produk yang ampuh membersihkan, mencampur keduanya dapat menghasilkan kloroform yang berbahaya apabila terhirup.

Senyawa tersebut sangat mudah menguap dan menyebabkan batuk, masalah pernapasan, serta iritasi mata. 

Baca juga: Cara Membuat Pembersih Lantai dari Bahan Sederhana, Mudah dan Murah

Pembersih kamar mandi dan pemutih

Pembersih kamar mandi dan pemutih juga menjadi produk pembersih yang tidak boleh dicampur.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau