Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Detergen Bubuk vs Cair, Mana yang Lebih Baik untuk Cucian?

Kompas.com, 24 Agustus 2025, 09:51 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Memilih detergen yang tepat sering kali membingungkan, apalagi dengan banyaknya pilihan di pasaran. 

Ada dua jenis utama yang paling populer, yaitu detergen bubuk dan detergen cair. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang mempengaruhi hasil cucian, biaya, hingga kenyamanan penggunaan.

Kelebihan dan kekurangan detergen bubuk

Detergen bubukFREEPIK.COM Detergen bubuk

Formula utama detergen bubuk adalah surfaktan linear alkilbenzena sulfonat yang efektif mengangkat kotoran, seperti noda lumpur dan rumput.

Baca juga: Penyebab Noda Detergen pada Pakaian dan Cara Menghilangkannya

Namun, kelemahan detergen bubuk ada pada penanganan noda berminyak. Karena berbentuk butiran kering, detergen ini perlu larut lebih dulu dalam air agar bekerja maksimal. 

Di daerah dengan udara yang sangat dingin, butiran bubuk terkadang tidak larut sempurna dan meninggalkan residu putih pada pakaian maupun mesin cuci.

Kelebihan detergen bubuk:

  • Harga lebih murah.
  • Formula lebih stabil dibandingkan detergen cair.
  • Efektif membersihkan noda luar ruangan seperti tanah, lumpur, dan rumput.
  • Mudah diukur dengan sendok takar.

Baca juga: Selain Pakaian, 5 Barang Ini Dapat Dibersihkan dengan Detergen

Kekurangan detergen bubuk:

  • Kurang praktis untuk melakukan pre-treatment noda.
  • Harus disimpan di tempat kering agar tidak menggumpal.
  • Dapat meninggalkan residu jika digunakan dengan udara yang terlalu dingin.
  • Bahan pengisi berpotensi menumpuk di sistem septik.

Kelebihan dan kekurangan detergen cair 

Ilustrasi detergen cair. SHUTTERSTOCK/NEW AFRICA Ilustrasi detergen cair.

Detergen cair kini menjadi pilihan paling populer di banyak rumah. Karena berbahan dasar air, detergen cair lebih mudah larut dan bekerja efektif di berbagai suhu, termasuk udara dingin sekalipun. 

Selain surfaktan linear alkilbenzena sulfonat, detergen cair biasanya mengandung alkohol etoksilat yang ampuh mengatasi noda berminyak.

Baca juga: Cara Membuat Detergen Alternatif untuk Mencuci Pakaian

Jenis detergen ini juga lebih praktis untuk pre-treatment noda karena bisa langsung dioleskan ke area yang terkena kotoran.

Kelebihan detergen cair:

  • Sangat efektif untuk noda minyak dan lemak.
  • Bisa digunakan pada semua suhu udara.
  • Cocok untuk daerah dengan air sadah.
  • Praktis sebagai pra-perawatan noda.

Kekurangan detergen cair:

  • Harga lebih mahal.
  • Sering sulit diukur dengan tepat, sehingga mudah berlebihan.
  • Kurang stabil jika disimpan lebih dari enam bulan.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Noda Detergen dari Pakaian

Mana yang sebaiknya dipilih?

Pada akhirnya, pilihan jenis detergen bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan mencuci. Jika kamu sering menyebarkan noda tanah atau rumput dan ingin hemat biaya, detergen bubuk bisa jadi pilihan tepat.

Namun, jika praktis dan efektif melawan noda minyak lebih utama, detergen cair lebih unggul.

Apapun pilihan detergennya, jangan lupa untuk selalu membaca label dan memperhatikan bahan aktif dalam produk. Semakin banyak kandungan enzim dan surfaktan dalam detergen, semakin baik kinerjanya dalam membersihkan pakaian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau