Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 24 September 2025, 22:39 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Bau tak sedap di dalam kulkas adalah masalah umum yang dialami hampir semua rumah tangga. 

Banyak orang mencoba mengatasinya dengan baking soda atau produk penyerap bau yang dijual di pasaran, namun ada alternatif alami yang lebih hemat dan ramah lingkungan, yakni ampas kopi.

Mungkin kedengarannya sederhana, tetapi cara ini sudah banyak digunakan, baik oleh pemilik rumah maupun oleh profesional kebersihan. 

Manfaat menaruh ampas kopi di kulkas

Ilustrasi kulkas. SHUTTERSTOCK/MAKESTORY STUDIO Ilustrasi kulkas.

Selengkapnya, dilansir dari The Spruce, berikut adalah beberapa manfaat menaruh ampas kopi di kulkas:

Baca juga: 4 Area di Kebun yang Tidak Boleh Ditaburkan Ampas Kopi

Menyerap bau tak sedap 

Ampas kopi memiliki tekstur berpori yang membuatnya bekerja seperti spons alami. Pori-pori ini mampu menangkap molekul penyebab bau, sehingga udara di dalam kulkas menjadi lebih segar. 

Berbeda dengan pengharum buatan yang hanya menutupi bau dengan aroma lain, ampas kopi benar-benar menyerap sumber masalahnya.

Selain itu, kandungan nitrogen dalam kopi membantu menetralkan bau tak sedap. Inilah alasan mengapa ampas kopi lebih efektif dibandingkan bahan penyerap biasa. 

Memberi aroma segar

Selain berfungsi sebagai penyerap bau, ampas kopi juga memiliki aroma segar. Aroma ini tidak terlalu menyengat, tetapi cukup untuk membuat kulkas terasa lebih segar setiap kali dibuka.

Baca juga: 7 Tanaman Bunga yang Tumbuh Subur dengan Ampas Kopi

Menurut Armando Calderon, pemilik Joy’s Cleaning Services, ampas kopi bukan hanya menyerap bau, tetapi juga memberikan efek menyegarkan secara alami. 

Hal ini membuat kulkas terasa lebih bersih tanpa perlu tambahan pewangi berbahan kimia.

Ampas kopi vs baking soda 

Ilustrasi baking sodaPixabay/Monfocus Ilustrasi baking soda

Salah satu metode paling populer untuk mengatasi bau kulkas adalah menggunakan baking soda. Namun, ampas kopi memiliki kelebihan tersendiri. 

Jika baking soda hanya menyerap bau tanpa aroma tambahan, ampas kopi tidak hanya menyerap tetapi juga meninggalkan kesan segar alami.

Selain itu, dibandingkan dengan produk penyerap bau komersial yang sering mengandung bahan kimia, ampas kopi lebih aman dan tidak menimbulkan risiko bagi makanan yang disimpan.
Baca juga: Stop Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Ini Bahayanya!

Cara menggunakan ampas kopi yang benar 

Ilustrasi ampas kopi.Shutterstock/Nor Gal Ilustrasi ampas kopi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau