Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Campur, Ini Aturan Mencuci Handuk dan Seprai Bersamaan

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 18:12 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Banyak dari kita yang memasukkan semua kain dan pakaian ke mesin cuci untuk dicuci dalam satu siklus pencucian sekaligus. 

Tujuannya, mempercepat proses mencuci serta menghemat tenaga, air, dan listrik. Ya, memang betul, tapi ada beberapa kain tertentu yang sebaiknya tidak boleh dicuci bersamaan, seperti seprai dan handuk

Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian? 

"Internet penuh dengan alasan mengapa sebaiknya tidak mencuci handuk dan seprai bersamaan dan idealnya, kamu akan mencucinya secara terpisah," jelas Steve Payne, pakar perlengkapan tidur dan interior di Sleep and Snooze.

Namun, Payne melanjutkan mencuci handuk dan seprai bersamaan tidak akan membahayakan keduanya, kecuali kamu memiliki handuk biru tua dan seprai putih gading. 

Akan tetap, di sisi lain, handuk dan seprai boleh dicuci secara bersamaan, tergantung pada kondisi. 

Nah, dilansir dari Homes and Gardens, Kamis (23/10/2025), berikut waktu dan aturan mencuci handuk dan seprai. 

Kapan sebaiknya mencuci handuk dan seprai bersamaan? 

Ilustrasi mencuci handuk di mesin cuci.SHUTTERSTOCK/MARYNA PLESHKUN Ilustrasi mencuci handuk di mesin cuci.
Mesin cuci yang penuh adalah alasan baik untuk menyatukan berbagai jenis barang dan sering kali menjadi alasan mempertimbangkan mencuci seprai dan handuk bersamaan atau mencuci handuk dengan pakaian.

Wayne Edelman, CEO layanan cuci kering kelas atas Meurice Garment Care, yang berspesialisasi dalam layanan pembersihan interior dan lemari pakaian, menjawab pertanyaan apakah bisa mencuci handuk dan seprai bersamaan,

"Tentu saja bisa jika tidak cukup untuk satu muatan penuh masing-masing," ucap Edelman.

Selama keduanya kompatibel dalam satu muatan cucian dan muatannya tidak terlalu besar untuk mesin cuci, hal itu akan meningkatkan efisiensi dalam hal air, listrik, atau gas. 

Baca juga: 5 Tanda Sudah Waktunya Membeli Handuk Baru

Suhu dan siklus yang sebaiknya digunakan 

Periksa simbol cucian pada label seprai dan handuk untuk menentukan suhu dan siklus yang terbaik. Ingatlah bahwa seprai mungkin memiliki suhu pencucian maksimum yang lebih rendah, yang harus kamu patuhi untuk muatan tersebut.

"Sebagai aturan praktis, warna putih dapat mentoleransi siklus panas, warna terang hingga sedang dapat mentoleransi hangat, dan warna gelap dapat mentoleransi dingin," ujar Wayne. 

Ingatlah, semakin hangat suhunya, semakin efektif kualitas surfaktan detergen dalam menghilangkan noda dan kotoran.

Namun, bila seprai terkena noda dari minyak pijat atau tubuh dan pelembap, diperlukan suhu lebih tinggi dan kemungkinan perlu dibilas sebelum dicuci.

Detergen memang tergantung selera, tetapi kamu mungkin sebaiknya tidak menggunakan pelembut kain agar handuk tetap lembut sekaligus menyerap.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau